
" Kekuatan terbesar dalam hidup ini adalah ucapan syukur ."ungkapan yang kerap kali terucap dari bibis tipisnya dan suara khasnya. Ia adalah seorang wanita tegar yang selalu menjadi inspirasi dan kekuatan anak-anak muda yang mulai putus asa. Tanpa banyak bicara, ia mengumpulkan para mualaf dan sama-sama diajaknya untuk belajar. Wajah lembut, keibuan dan kecantikan yang bukan hanya terlihat diwajahnya tetapi memang karena kecantikkan itu muncul dari hati tulusnya. Ia seorang Ph.D lulusan Harvard University, wanita keturunan Tionghoa Batak itu selalu mudah tersenyum.
Dalam penderitaan selalu ada keajaiban yang akan ALLAH tunjukan pada kita, begitu ucapnya. Ia seorang mantan istri Pejabat. Ia memiliki 13 Perusahaan yang ia bangun sejak ia muda dan sebelum ia menikah, yang kini habis diambil tanpa tersisa. Tetapi kesabarannya mendapatkan balasan luar biasa dari ALLAH SWT yang selalu dipujanya. 
Dan selalu bersyukur itu memang indah adanya. Ada kekuatan yang luar biasa saat kita mampu menucap syukur dalam segala hal. Aku mau dan akan selalu mau belajar untuk menemukan apa saja yang bisa kuberikan dan kulakukan untuk menyenangkan hatiMU ya ALLAH.
Dan langit Batam siang inipun tersenyum hangat memelukku dengan kehangatan mentari.
_ Elsa Fauziah Khodijah, S.T, MSc, Ph.D_
Senin, 30 Mei 2011
Bersyukur dalam segala keadaan itu indah
Diposting oleh Chaca di 21.53 0 komentar
Selama TUHAN ada, Mujizat itu Ada
Tulisan seorang Elsa Fauziah Khodijah

Aku selalu memulai hari dengan rasa syukur dan terimakasih kepada ALLAH Penciptaku. Entah apa istimewanya aku ini.. tetapi aku merasa dan benar-benar merasakan betapa ALLAH menyayangiku. Sejak aku memutuskan menjadi seorang Muslimah, memang begitu banyak ujian yang aku alami, tetapi betapa dalam semua itu aku melihat TANGAN TUHAN bekerja atas hidupku. Aku sakit DIA yang merawatku, menghiburku dan selalu memberi kekuatan bagiku.
Aku dimampukannya untuk memaafkan setiap orang yang menyakitiku, karena tak sedikit aku difitnah dengan keji. Dituduh begini dan begitu, tetapi KASIH ALLAH begitu penuh kurasakan sehingga IA mampukan aku tersenyum dan memaafkan mereka.

ALLAH.. berikan aku hati yang mengasihi jiwa-jiwa yang dalam kegelapan, hati yang tersesat. Seperti aku merasakan keindahan dan kedamaian ketika ENGKAU menemuiku dan mengajakku kepada JalanMU, ya Rabb.
ALLAH ... hanya syukur dan syukur yang kumiliki setiap detik dan setiap hembusan nafasku. Karena itu aku yakin ini tugasku, beri keberanian bagiku dan selalu ingin melayani sesama serta selalu rindu menyenangkan HatiMU. Apapun yang kumiliki didunia ini, jika itu semua kubawa padaMU untuk menjadi persembahan, tetap saja itu tidak akan pernah setimpal dan sepadan dengan apa yang aku telah terima dariMU, Ya Rahman Ya Rahim.
Jika aku menoleh kebelakang, begitu banyak kepedihan yang melintas dalam pikiranku. Satu persatu dan itu membuatku airmata ini tak terbendung. Aku menangis bukan karena marah, kesal atau kecewa dengan semuanya, sama sekali tidak. Aku menangis karena aku merasakan betapa besarNYA ENGKAU ya ALLAH. Betapa banyaknya pertolonganMU dalam hidupku. Sampai-sampai tak mampu lagi aku berkata-kata. Betapa mengagumkannya DiriMU.
Dan jika aku membalas setiap kesakitan yang kualami karena sesamaku, bukankah akan percuma aku menyebutMU ya RAHMAN Ya RAHIM? Sebab Engkau penyayang dan maha mengasihi. Aku ingin sepertiMU ya ALLAH yang selalu rela memaafkan dan tulus mengampuniku.Indahnya rasa dikalbu ini. Sejak ENGKAU hadir bagiku.
... Lalu aku menatap kearah langit biru, " Selama TUHAN ada, aku percaya Mujizat itu pasti ada "
Dan aku yakin semua akan indah pada waktuNYA. Bukan waktu manusia, tetapi waktu yang ALLAH punya. MAHA BESAR ENGKAU ALLAH, tak satupun yang bisa kudustakan tentang KEMURAHAN DAN KEBAIKKANMU bagiku. Alhamdulilah.
** Sebuah Catatan Diary seorang Mantan Istri Pejabat ** -->> Dia mentor yang terbaik bagiku dan sahabat-sahabatku.
Diposting oleh Chaca di 20.51 0 komentar
Kamis, 26 Mei 2011
Kebebasan yang kumau

Ini tentang hati, ketika aku merasa sendiri dalam keramaian. Ketika aku merasa tak memiliki apapun padahal aku memiliki lebih banyak dari yang orang-orang miliki....
dan ketika aku menyadari bahwa mereka telah pergi meninggalkanku..
TUHAN... salahkah kesedihan ini?
Terkadang aku ingin marah tetapi tak tau pada siapa
Ingin menangis tetapi takut karena tak akan ada yang menghiburku
AKu rindu saat dulu.. dimana semua masih bersama
TUHAN... namun aku percaya selalu indah RencanaMU untukku
Hari ini mendekati hari ulangtahunku
tak ada lagi Ayah yang memainkan piano untukku
tak ada lagi ibu yang memasakan paha ayam terbesar untukku
tak ada lagi Hui atau Otoyy ku sayang yang akan memberikan kecupan sayang untukku
Tak ada lagi adik dan kakak yang membawakan kado untukku
( yaaa ALLAH.. airmataku menetes kini )
Cuma ENGKAU yang aku punya kini, TUHAN
Kumohon jangan meninggalkanku juga.. jangan ya Rabbi yang maha Rahman dan Rahim
Hari ini.. airmataku kembali jatuh
bukan karena ketidakberdayaanku.. bukan pula karena tiba-tiba aku teringat akan putraku yang juga telah pergi
tetapi menangis karena melihat betapa piciknya sifat manusia yang mengaku mencintaiMU ya RAHMAN... aku sedih.. sangat sedih..
Tetapi apa yang bisa aku lakukan? Hanya memohon HidayahMU atasnya ya ALLAH..
Dan aku selalu percaya aku akan tetap aman karena ENGKAU menjagaku
dan kukuat karena aku tau ENGKAU menopangku dan hidupku ditentukan oleh kuasaMU
Teringat akan semua yang indah,aku menjadi kuat
Dan tak ada alasan aku marah akan semua ini
......." Terimakasih ya ALLAH... aku dapat merasakan betapa ENGKAU mencintaiku.. hanya saja aku mohon..kuatkanlah aku selalu.."
Dan kembali aku menghapus airmataku..
" Semua akan baik-baik saja, Chaca ..." tiba-tiba aku mendengar hatiku bersuara
Yaa.. aku ingin memiliki hati yang penuh dengan KEBEBASAN
Bebas dari sungut-sungut
Bebas dari marah dan dendam
Bebas dari iri dan cemburu pada orang lain
dan Bebas MENGASIHI PENCIPTAKU dan SESAMAKU
KEBEBASAN itu yang kurindukan ya ALLAH... hanya itu
** Untuk Calvine di Surga ...
Nak... sedang apa disana? Nggak boleh nakal ya, nggak boleh bikin bidadari repot dan kepayahan menjagamu bermain... tunggu mami disana ya, Nak! Dan kita tak akan terpisahkan lagi selamanya.
( Sambil menghapus airmata ... ALLAH, terimakasih untuk semuanya. AMin )
* Catatan dari Buku Harian Mantan Istri seorang Pejabat - Dia Mentor terbaikku *
Diposting oleh Chaca di 22.48 0 komentar
Sebuah Diary Yang ku baca

Hui.... sedang apa disana?
Sudah makan?
Dan sarapan apa pagi ini?
Aku rindu menyediakan itu lagu untuk kamu
Menyeterika bajumu dengan parfume khusus yang aku import dari luar kota kita
Dan kamu menjadi pria terharum dikantormu
pria tertampan dalam tatapan mataku... ketika itu
Hui... masih ingatkah ketika perjalanan panjang kita?
Dengan sepeda motor berkecepatan tinggi aku memeluk erat tubuhmu dari belakang
dan kita susuri perjalanan Pekanbaru - Batu Sangkar
Lalu.. janji suci itu kita ucapkan disana...
HHhhh.. aku rindu kamu... rindu tatapan mata kamu yang selalu membuat kuberdebar
Dan rindu harum tubuhmu yang selalu membuatku betah ada disisimu..
Aku tetap sayang kamu, Hui
Dan.. jantungku berdebar hebat setiap mengingat rencana Pernikahan kita.. nanti.. waktu yang akan TUHAN tentukan untuk kamu dan aku.. kembali bersama
Dan aku akan kembali melukis hari-harimu dengan segenap cintaku
Menyanyikan ketulusan hati ini dengan melayani sebaik yang bisa aku lakukan
Menari menghibur hatimu dengan kehangatan dekapan dan rinduku
Lalu setiap siang menantimu pulang untuk mencicipi makan siang yang selalu aku buatkan untukmu
dan pada malam hari dengan senyum terindahku akan kembali kusambut saat kau pulang dari kantormu.... seperti dulu
Tak kuijinkan lagi siapapun menyakitimu
Hui... aku terlalu sayang padamu
aku terlalu sulit melupakanmu meskipun dia sempat hadir dalam hari-hariku
tak seperti padamu
tak sebesar untukmu pengabdianku padanya
Ahh... betapa aku ingin melihat kembali bahagia
Dan setelah itu... aku janji.. aku tak akan meninggalkan kamu lagi
* Catatan manis dari Buku Harian seorang Mantan istri Pejabat - Dia Mentor terbaik kami *
Diposting oleh Chaca di 20.24 0 komentar
Ketika kuingin melupakanmu

Perjalanan panjang dipagi hari
dengan sebuah buku setia menemani aku menatap jauh keluar jendela kereta yang membawaku
teringat masa-masa itu, teringat semua yang telah lalu
ketika airmata tak lagi mampu bertahan dipelupuk mata
dan tanpa aba-aba ia mengalir sendiri membasahi pipi lalu jatuh kelantai
Ketika alunan lembut lagu " tercipta untukku " terngiang ditelinga ini
Indahnya Manhattan tak mampu membendung rasa nyeri yang tiba-tiba mengisi setiap relung hati, hingga terasa sesak dan seakan ingin pecah
pecah memuntahkan semua darah kebencian yang telah tertanam
pecah memuntahkan segala rasa yang ternyata masih ada
Toy.. masih ingatkah engkau padaku?
Lupakah engkau saat-saat mesra kita berdua? Kau memelukku dan aku menyambutnya hangat
Kau menciumku dan aku membalasnya penuh cinta
lalu.. semua tiba-tiba begitu saja kau lupakan..?
Aaahhh... mestikah aku larut dalam sedih ini?
Entahlah.. aku hanya ingin jujur.. " aku masih mencintaimu dan berharap kau tak melupakan aku"
Langit Manhattan yang biru diluar jendela tak mampu membuatku terhibur
justru senyummu terlukis disana.... " Aku rindu padamu, Pangeran hatiku "
Ternyata.. aku pun tak mampu melupakanmu..
Diposting oleh Chaca di 19.19 0 komentar
Senin, 23 Mei 2011
Percakapan seorang AYAH & anakNYA -OLEH : Jeannette Brigitha Diandra Winata - ( Jeje )

Pada suatu malam.. ketika semua sudah sunyi.. tak ada lagi yang bersuara.. hanya bunyi ketukan jarum detik dan menit yang saling beradu dalam jam dinding rumah kecil itu.
suasana nya sangat sepi, bertolak 180 derajat dengan apa yang terjadi 10 menit yang lalu.
PInk: God..
GOD: ...
PInk: God.. where are you?? do you hear me??
GOD: ..
PInk: Okey God.. I know You are there..
GOD: (smiling)
PInk: God.. knapa kalau aku memanggil Engkau, Engkau tak pernah ada disini?? tak pernah mendengar jawabku?? apa Kau sungguh sayang padaku??
GOD: ...
PInk: (menarik nafas panjang) baiklah.. aku tau Kau ada disini saat ini.. God.. aku mau curhat.. aku sedih.. kenapa kayaknya.. hidupku gak bahagia yah? kadang aku merasa.. no one understand me.. semua keknya ada cuma ketika ada mau nya.
GOD: ...
PInk: hufff.. sometimes aku berharap aku pengen merasakan kebahagiaan ituu.. sekalii aja dalam hidupku.. just once in a lifetime.. pantaskah aku?
GOD: ...
PInk: God.. please answer my prayer.. dengan tanda apapun... aku ingin Engkau hadir saat ini juga.. di kamar ini..
GOD: ...
PInk: Tuhan.. kenapa Engkau diam saja? tunjukkanlah diriMU.. bukankah lebih baik begitu? agar semua orang percaya kalau Kau memang ada..
GOD: my dear..
PInk: yes Dad?
GOD: aku mau mereka percaya dengan iman..
PInk: maksudnya?
GOD: bukan dengan apa yang mereka lihat.. berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya kepadaKu.
PInk: ..
GOD: my dear..
PInk:: ya?
GOD: bukankah kebahagiaan merupakan suatu pilihan?
PInk: maksudnya?
GOD: bahagia adalah suatu hal yang harus kamu pilih semasa hidupmu.. sekarang, apa yang menjadi masalahmu?
PInk: akuuu.. aku pengen orangtua yang sempurna.. yang mengerti aku.. aku pengen.. punya pacar yang setia.. aku pengenn.. blackberry.. akuu.. aku pengen banyak hal Dad..
GOD: Aku memberikan padamu apa yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan, semua itu keinginan kamu kan? bukan kebutuhan.. Aku tau apa yang terbaik buat anak.anakKu..
PInk: tapi aku merasa gk bahagia GOD..
GOD: kenapa?
PInk: aku iri sama mereka yang lebiihh segalanya dari aku..
GOD: apa kamu pikir mereka bahagia??
PInk: may be,,
GOD: sapa bilang? kalo mereka bahagia? gak mungkin ada kisahnya konglomerat loncat dari gedung untuk bunuh diri? kalo mereka bahagia gak mungkin ada kasus pembunuhan untuk memperebutkan warisan..
PInk:: ...
GOD: kebahagiaan itu pilihan dear.. banyak dari manusia.. yang hidupnya pas pas an.. tapi selalu ada damai sejahtera di hatinya..
PInk: kenapa bisa begitu?
GOD: karena ada Aku di hatinya.. karena apa yang ada di hidupnya selalu diucapkan dengan ucapan syukur.. meski mereka makan hanya sekali sehari, hidup tanpa internet, tanpa TV, tanpa pacar sempurna, tanpa blackberry, banyak yang tetap hidup damai..
PInk: itu kan mereka..
GOD: apa bedanya mereka dengan kamu? bukankah kamu anakKu? lihat. saudaramu di sebelah sana saja bisa menciptaka lagu yang sangat indah. jangan menyerah.
PInk: God tau lagunya?
GOD: syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.
PInk: waw~ Daddy hebad..
GOD: mereka yang tidak mengenal aku saja bisa menciptakan lagu yang indah itu.. kenapa kamu anakKu malah merasa putus asa dan tak bahagia?
PInk: sorry Dad..
GOD: my dear.. apa yang kamu miliki saat ini, itu semua Aku berikan, karena aku tau itu yang terbaik untukmu.. happiness is a choice.. you can choose whether you want to be happy or not. banyak orang bergelimang harta tapi tak pernah merasa cukup. kebahagiaan gk diukur dari merek hape yang kamu pakai, gak juga dari merek baju yang kamu pakai, gak diukur dari seberapa gantengnya pacar yang kamu punya, juga gak dari seberapa hebat dan kayanya orangtuamu.
PInk: oke God.. ajari aku tuk selalu mengucap syukur di sepanjang waktu.
GOD: i'll be wherever you are dear..
PInk: thanks Dad..
Diposting oleh Chaca di 20.03 0 komentar
Sebuah pesta merayakan kehilangan

Hidup ini memang selalu tentang meninggalkan dan ditinggalkan. Sekuat-kuat kau perpegangan pada sesuatu, akan selalu ada cara yang membuatmu terlepas dari sesuatu yang kau genggam erat sekalipun. Sebab dia, yang mungkin kau mohon-mohon untuk tidak meninggalkanmu, sesungguhnya bukan milikmu. Dan bukankah bahkan dirimu sendiri, sesungguhnya tidak benar-benar mampu kau kendalikan nasibnya?
Ada kekuatan maha dahsyat yang ikut mengulurkan tangannya, mencampuri setiap kejadian “menemukan” dan “kehilangan” yang kau alami dalam setiap detik hidupmu. Maka relakan saja semua, sebelum sesuatu yang bukan milikmu itu benar-benar pergi.
Luka, juga bertetes-tetes air mata pasti ada. Anggaplah itu hadiah. Nikmati setiap sesak dan semua sakit yang menekan dan memukul-mukul dadamu, membuatmu susah bernafas. Hayati setiap tetes air mata yang jatuh itu. Rayakan kehilanganmu!
Rayakan? Ya! Temukan sesuatu dalam setiap sakit yang menekan dadamu, juga di antara tetes air mata yang keluar dari matamu. Sebab kehilangan tak pernah datang sendiri. Kehilangan selalu datang bersama “menemukan kembali”, maka temukan! Nikmati, hayati, rayakan, maka kelak akan kau temukan sesuatu dibalik ratapan panjangmu.
Sebab seperti kataku tadi, hidup ini memang selalu tentang meninggalkan dan ditinggalkan. Siap tidak siap, suka tidak suka.
Batam, 24 Mei 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 19.37 0 komentar
Rabu, 04 Mei 2011
Hari ini

Selesai Sholat Tahajud ( kira2 jam 04:00 wib pagi tadi ) aku langsung OL dan nyapa temen-temen di FB. Dan setelah itu asyik bercengkerama dengan Diary Ungu-ku akhirnya aku ketiduran. Asyik yang dingin dan musik yang lembut membuat mata ini kembali merem alias tertidur.
Sebuah kecupan manis membuat mata ini terbangun tepat pukul 05:00 wib, koko-ku tersayang rupanya. Buru-buru ambil Wudhu dan Sholat subuh. Setelah itu lari keliling komplek bareng koko sayang. :) .. indahnya.
09:30 wib aku mulai aktifitasku. Ya ALLAH, tiba-tiba rasa nyeri menusuk hatiku. Teringat perbuatan orang-orang yang berbuat baik ( awalnya ) tetapi ternyata mereka hanya memanfaatkan aku. Lalu memfitnahku habis-habisan. Padahal aku tidak pernah berbuat jahat pada mereka. Saat itu kakakku menelponku, ia katakan ia dapatkan CD Original " Sweet Dream " Jang Nara yang asli. Padahal itu lagu lama banget, tapi aku suka sangat suka.
Langsung aja aku buka you tube dan menikmati alunan suara indah si cantik Jang Nara.
" T'S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE
hessarun naui changur barke bichugo banjum nunur tossur ten
gude misoga narur bangyoyo...
Ne bore sarjag imachugo sarang handago sogsagyojyo
ne morimathen MORNING COFFEE hogshi nega kumur kunayo? "
Aku gk mau pusing sama semua perbuatan orang-orang yang suka dan selalu suka memanfaatkan posisiku dan hidupku ini. Huffttt .. jahatnya.
Teringat kata-kata indah kedua orangtuaku :" Biarlah TUHAN yang membalas segala kejahatan yang manusia berikan pada kita. Sebab Pembalasan itu adalah hakNYA ".
Thank you Papi ♥, thank you Mommy ♥ ... betapa aku bangga memiliki orangtua yang searif dan sebijaksana kalian.♥♥
" IT'S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE
gudega narur arumdabge haneyo narur anajulleyo
sarang handago marhejurkeyo...
WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE
machi nan yonghwasoge juingong chorom sarang badgi wiheso
gude mamsoge dashi theonan gojyo
Jigum isungan naboda hengboghan saramun obgejyo
keji anhge hejwoyo DON'T BREAK IT nan ikum aneso... "
Sambil goyang-goyang kepala dan menikmati irama lagu " Sweet Dream ".. aku senyum-senyum sendiri depan komputer ini.
Kangen Papi, Kangen Mommy ... Kangen my Family ... dan JUJUR... tak ada yang lebih indah daripada keluargaku dan Sahabat2ku terutama ALLAHku dalam Mencintai dan mengasihiku. ♥♥
( Kembali tersenyum )... Terimakasih ya TUHAN... ENGKAUlah Sumber Segalanya bagiku, Rindunya aku ingin bertemu denganMU, dalam pelukkanMU... selamanya ...
........... IT'S GONNA BE ANOTHER DAY WITH THE SUNSHINE ....................
........... WHEN WE CAN GET TOGETHER I FEEL PARADISE .......................
I love my GOD, my Family and my bestfriends ...♥♥
Batam, May 5th 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.11 0 komentar
Senin, 04 April 2011
Pangeranku Minggat ke Jupiter

Menatap langit aku malam ini, walau tak ada apa-apa menemani gelapnya. Tak ada bulan, tak juga ada bintang. Langit hanya berisi gelap, kosong, sekosong hatiku yang terpaku menatap gelapnya malam.
Bukan pesona langit yang menahanku berdiri menengadah menatap ke arahnya malam ini. Aku menatap langit sambil diam-diam mengulang doa dalam hati, berharap sebuah cahaya putih yang baru saja kulepas pergi dan menghilang di ujung langit kembali muncul, mendekat, lalu tersenyum ke arahku.
Cahaya yang kutunggu ini bukan bintang, bukan juga ekor komet. Cahaya ini adalah belahan hatiku, atau mungkin lebih tepat jika aku menyebutnya ‘hatiku’ saja dia yang kunamai “ PANGERAN HATIKU*. Karena sepeninggal cahayanya yang kusaksikan menghilang di ujung langit -entah sudah berapa lama- aku hanya mampu berdiri terdiam, tak bergerak, tak melakukan apa-apa, selain tetap memandang langit, sambil terus-terusan merapal harap agar dia kembali muncul, memutar haluan, berubah pikiran, lalu berbalik ke arahku.
***
Aku ingin mengejar mimpiku, menjelajahi konstelasi, membangun rumah indah di Jupiter, lalu sesekali pelesir ke venus jika penatku datang.”
Pria itu memecah keheningan di antara kami suatu hari, saat kami asyik menjalankan kegiatan kesukaan kami, memandang langit penuh bintang. Pernyataan yang membuat aku kaget hingga tersedak air liurku sendiri. Akhir-akhir ini penduduk bumi memang berbondong-bondong pindah ke Jupiter. Bumi katanya bukan lagi tempat yang nyaman untuk ditinggali, terlebih sejak isu pemanasan global ramai jadi bahan pembicaraan di mana-mana.
“Jupiter? Kenapa harus begitu jauh? Kenapa tak di sini saja kau bangun rumahmu, lalu aku menemanimu pelesir kapanpun kau merasa bosan?” Jawabku sambil masih terbatuk-batuk mengatur nafas, setengah panik, setengah berharap dia bercanda barusan.
Aku takkan sekaget ini jika yang mengatakan ini adalah orang lain, yang hanya gemar bermimpi, dan tak benar-benar yakin akan mimpinya. Masalahnya kalimat mengejutkan itu baru saja kudengar dari mulut pria paling ambisius yang pernah kutemui dalam hidupku, dan jika dia mengatakan bahwa dia ingin sesuatu, maka akan dikejarnya keinginannya itu sampai dia benar-benar mendapatkannya. Itulah Pangeranku.
“Aku sudah muak tinggal di bumi. Muak melihat kekacauan di planet biru ini. Di sini, yang benar diperlakukan sebagai pendosa, dan yang bersalah justru mati-matian dipuja dan dihormati, yang rasanya membuat nuraniku tak lagi tentram. Teriakanku tak terdengar, dan aku lelah melihat semuanya berjalan salah. Aku harus mencari rumah baru yang memberiku rasa tentram dan kenyamanan. Dan kabarnya, Jupiter memiliki itu semua. Planet hijau itu kini kuidamkan untuk jadi tempatku beranjak tua.” Jelasnya panjang lebar dengan intonasi yang menggebu-gebu, bak aktivis yang hobi orasi di pelataran gedung hijau, semangat yang menyebabkan aku hilang kata.
“Benar-benar harus sebegitu jauh?” Tanyaku akhirnya, memecah kesunyian yang tercipta semenjak dia mengakhiri pernyataan menggebunya soal bumi yang tak lagi nyaman untuk nuraninya.
“Ya!” Jawabnya sambil mengangguk mantab. “Dan sesungguhnya ini bukan tentang jarak, ini tentang petualangan, petualangan menemukan tempat yang membuat nurani kita tentram. Karena jika bukan aku, tak ada seorang pun yang akan mendengarkan nuraniku. Dan jika nurani ini mendambakan petualangan, maka akan kuajak dia berpetualang.” katanya sumringah dan penuh semangat, sambil merenggangkan kedua tangannya seolah memeluk langit luas.
“Lalu aku bagaimana? Kalau kamu pergi, aku sendiri.“
Kuungkapkan juga akhirnya ketakutanku. Dia lalu menoleh memandang wajahku, lalu tersenyum dengan senyuman menenangkan. Rupanya kekhawatiranku tertangkap oleh radarnya. Ya, memang selain ambisius, pria di sampingku ini mempunyai radar hebat yang mampu mendeteksi perasaan orang lain, kadang terkesan sok tahu, walau seringnya benar.
“Kamu bisa ikut aku, kita bangun rumah kita di sana, berdua.“
Aku terdiam. Dia masih tersenyum. Aku memalingkan wajah, lalu sunyi kembali menguasai. Memberikan aku dan dia waktu untuk sibuk dengan pikiran kami masing-masing. dan di sela-selanya, aku mencari cara untuk coba menahannya dari pergi jauh ke planet hijau dambaannya.
“Entahlah!” kataku akhirnya kembali memecah keheningan. “Di sana kau mungkin akan kesulitan menemukan kentang dan ayam goreng kesukaanmu.”
Dia tertawa, lalu menjawab sambil bercanda. “Tidakkah kau tahu, planet hijau itu planet mimpi. Hal yang katanya tak mungkin di bumi, bisa terjadi di sana. Di halaman rumahku nanti, akan kubangun rumah kaca, tempatku menyilangkan berbagai jenis tanaman, hingga kudapati satu yang berbuah kentang dan ayam goreng di pucuk-pucuk pohonnya. Jadi ketakutanmu itu bukan masalah bagiku.” katanya masih tertawa.
Tawanya membuat aku frustasi. Sepertinya dia benar-benar tak lagi mudah digoyahkan. Dan aku? Ah, aku ini manusia pengecut. Jangankan berpetualang ke lain planet, saat ditantang pergi ke negara asing hanya bermodal ransel dan uang secukupnya pun aku sudah mentah-mentah menolak. Tak apalah jika tantangan itu berlaku di wilayah negara yang masih berbendera merah putih ini, setidaknya masih kumengerti bahasa penduduk-penduduknya. Tapi jika harus mengadu nasib tanpa benar-benar tahu cara berkomunikasi, aah, maaf-maaf saja, aku tak bernyali.
Dan jika untuk itu pun tak mampu kukumpulkan nyaliku, maka bagaimana dengan ini, pria ini menantangku melintas planet, berpetualang katanya. Mungkin petualangan baginya, tapi itu absurd bagiku. Aku menyebut diri sendiri konservatif, gak neko-neko. Walau kebanyakan orang lebih setuju menyebutku pecundang. Dan ini pula yang membuat mereka berani bertaruh bahwa hubunganku dengan pria petualang ini takkan bertahan lama, karena kami dinilai terlalu berbeda, walau akhirnya kami membuktikan bahwa mereka salah, setidaknya sampai saat ini, saat dia mengungkapkan rencananya pindah ke Jupiter.
“Tak bisakah kau pikirkan lagi rencanamu itu? Aku tak tahu bagaimana melanjutkan hidupku tanpa pembicaraan panjang kita di bawah langit berbintang. Aku tak tahu cara memejamkan mata tanpa dongeng panjang yang kau ceritakan setengah berbisik di ujung telepon, yang baru kau hentikan saat aku terlelap. Aku tak tahu…“
Aku tak mampu menyelesaikan kalimatku. Tenggorokanku tercekat. Air menggantung di pelupuk mataku. Tak pernah aku sampai lepas menangis di hadapannya, tapi kali ini, biarlah kuabaikan ego kelaki-lakianku, jika saja air mata ini mampu menahannya dari petualangan absurdnya. Karena jujur saja, walau hati ini terlanjur jadi miliknya, terlalu berat mengorbankan diri meninggalkan tanah lahirku demi memuaskan mimpi pria kecintaanku ini.
“Kamu akan baik-baik saja!” katanya tersenyum
“Aku takkan baik-baik saja” jawabku dengan suara tertahan
“Kamu akan baik-baik saja!” katanya sekali lagi, meyakinkan, walaupun kulihat matanya pun mulai berkaca-kaca.
Mimpiku adalah membangun rumah kami di sini, di bawah langit yang katanya memanas, di atas negeri yang katanya semerawut, bersama dia. Menjadi tua bersama, menjadi saksi setiap helai rambutnya hitam lebatnya yang menipis dan berubah abu-abu. Hingga pada suatu hari kembali menyatu bersama tanah tempat aku dilahirkan. Sedangkan mimpinya adalah berpetualang, menjelajahi dunia, planet, dan jika tak juga puas, bisa jadi dia kemudian akan berpindah dari satu galaksi, ke galaksi yang lain. Hingga pada masanya nanti petualangannya terhenti, entah di mana.
Dan aku percaya, tak ada mimpi yang boleh dikorbankan. Jika kemudian mimpi kami berbeda, tak ada yang boleh saling menahan mimpi, betapa pun besarnya cinta yang terlanjur tumbuh subur.
Maka dengan iringan air mata, aku lepas dia terbang melintas langit, menuju Jupiter, planet hijau, rumahnya yang baru.
***
Air mataku sesungguhnya sudah mengering, entah sejak kapan. Tapi tubuhku masih di sini, berdiri di tempat aku terakhir melambaikan tangan, mengucap selamat tinggal sambil berkali-kali menyeka ujung mata yang basah, mengulang-ngulang doa agar dia kembali. Di sana, di planet hijau, bisa jadi dia sedang sibuk menyilang pohon yang satu dengan yang lain, sambil sesekali mendendangkan lagu ceria dari bibirnya yang merah. Atau, bisa jadi, dia justru sudah berhasil menemukan varian pohon baru, dan saat ini sedang sibuk memanen kentang dan ayam goreng dari pohonnya.
Sosoknya melekat di otakku, selekat lintah-lintah yang menempel di kaki para ibu yang sibuk mencuci di pinggir kali. Dan aku tak henti mengharap pada Tuhan untuk menghadirkan aku di otaknya, agar siapa tahu dia berubah pikiran, lalu memutuskan kembali pulang, bertemu aku. Di bumi ini
Semoga
*****
-
Wahai Pangeran, aku menunggumu pulang, menunggumu merindukan aku, merindukan kita, di tempat yang sama dimana aku melambai melepasmu pergi. Dan bila saatnya tiba, aku akan memelukmu yang datang dengan sisa-sisa debu Jupiter di jaketmu. Dan peluk itu takkan kulepas, hingga kau takkan bisa pergi lagi, di sini saja, di pelukku.
Bila saja kamu kembali…
Batam, April 5th 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.26 0 komentar
Sabtu, 26 Maret 2011
Kusebut ini rindu

Dan aku sebut ini rindu
rindu yang entah dimana ujungnya
dan entah kapan terpuaskan
kian hari hanya rasa itu yang aku miliki
rindu hanya padaMU, Duhai PENGUASA segalanya
Diposting oleh Chaca di 23.04 0 komentar
Rumahku - Song of OA
Jauh sudah aku berjalan
Rasakan pahit, rasakan manis
Rasakan gelap, rasakan terang
Sampai ku tak tahu jalan pulang
Tinggi aku terbang semakin tinggi
Lewati awan hampa udara
Hingga ku lemas, hingga ku jatuh
Tapi... aku harus bertahan hidup
Tolonglah... tolonglah...
Tunjukkan jalan kerumahku...
Tolonglah... tolonglah...
Beri udara 'tuk nafasku
Siapa yang akan menolongku
Pegang tanganku bawa kerumahku
Rasakan kasih, rasakan sayang
Hangat pelukan, hangat kecupan
Ada teh hangat, dan roti bakar
Bantal yang empuk, kasur yang lembut
Ada larangan, ada aturan
Tatapan mata penuh curiga
Gorden yang cantik, dapur yang unik
Dan anak kecil panggilku 'Ibu'
Dan seorang pria... ucapkan salam 'Slamat Pagi'
Aku jadi rindu rumah...
Diposting oleh Chaca di 22.57 0 komentar
Aku adalah Angin

Namaku angin. Padang rumput ini adalah tempat tinggalku. Ya, aku tahu, angin tidak seharusnya memiliki tempat tinggal. Teman-temanku yang lain sering berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Karena itu yang dilakukan angin, kami bebas berhembus kemanapun kami suka
Aku juga pengelana, dulu! Lalu di padang ini pengelanaanku terhenti, karena selembar daun yang hijaunya berbeda dari daun manapun yang pernah kutemui. Lalu aku menetap di sini, menjadi pengagumnya yang paling setia.
Aku tentu saja punya banyak teman sesama angin. Sudah banyak angin yang singgah di padang rumput ini, dan tiap akan pergi melanjutkan perjalanan, mereka selalu mengajakku serta berkelana. Tapi aku tetap setia pada padang rumput tempat tinggalku ini. Maka mereka menyebutku angin yang aneh. Padahal aku tak aneh, aku hanya jatuh cinta.
Suatu hari yang cerah, seperti biasa aku bermain di sekitar pohon tempat daunku tinggal
Ia tak seceria biasanya, ia tampak sedih. Aku berputar di sekitar pohon, ingin tahu kemalangan apa yang menimpanya. Tapi betapa terkejutnya aku ketika daun itu tiba-tiba terlepas dari ranting sang pohon.
Aku terdiam memandangi sang daun yang kini tergeletak di tanah. Ia bebas sekarang, tak lagi tergantung di ranting pohon. Ini kesempatanku untuk melanjutkan pengelanaan, tanpa kehilangan alasan utamaku berhenti berkelana. Maka kuhampiri sang daun, mencoba mengajaknya ikut berkelana bersamaku. Tapi kudapati jawabannya membuat hatiku teriris
“Maaf angin, andai saja aku bisa. Aku terlalu mencintai pohon yang baru saja membuangku ini. Dan aku takkan menyerah mencintainya. Aku akan tetap di sini, di kakinya sampai membusuk dan diserap tanah, lalu menyuburkannya, pohon yang membuangku”
Maka aku memutar tubuhku, tak sanggup lebih lama menyaksikan daun terindahku terluka, apalagi sampai membusuk demi pohon yang membuangnya
Namaku angin. Dan kini aku kembali bergabung dengan kawananku, melakukan apa yang dilakukan angin, berkelana!
Diposting oleh Chaca di 22.50 0 komentar
Ketika Kamu bertanya tentang cinta padaku

Lagi-lagi kau menanyakan itu.. pertanyaan yang sangta tak penting menurutku, pertanyaan yang selalu membuatku terbata-bata
Cinta seperti warna, lebih mudah dinikmati, dirasakan, dan dimaknai sendiri, dibanding ketika mencoba menjelaskannya melalui media kata-kata.
Mintalah seseorang menjabarkan bagaimana biru, maka dia kemungkinan akan diam, bingung merangkai kata untuk mendeskripsikannya.
Tapi mintalah ia menunjukkan biru, maka ia akan menunjukkan mulai dari hamparan langit, sampai bentangan samudra, hingga kau tahu apa itu biru.
Begitu juga jika kau bertanya tentang apakah hitam itu, mungkin ia hanya bisa mengatup-ngatupkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
Namun ketika kau minta ia menunjukkan ia kan mudah menunjuk rambutmu atau rambutnya.
Rambut yang berwarna hitam, atau ia akan mulai bercerita tentang malam
Begitupun cinta.
Jika kau pinta aku menjabarkan cinta, maka aku akan diam.
Namun cobalah minta aku menunjukkannya, maka aku akan berdiri di sampingmu, di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu.
Dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi. Dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih.
Dan aku akan tetap disampingmu saat kau tak lagi berjalan kokoh dengan kedua kakimu, juga saat aku masih setiap mendampingimu sekalipun kulitmu semakin keriput dan suaramu tak seindah saat ini.. saat gigimu gugur satu persatu..
Dan kau pun akan tahu!...
bukankah aku sudah pernah mengatakannya?
* Dearest Honey... How much I love you *
- echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 22.29 0 komentar
Kunamai mereka kurang kerjaan

Tentang pagi dan matahari
Yang selalu menemani tak jenuh mendengar setiap hela nafas ini
Yang paling tahu jika aku sedang tertawa gembira atau hanya basa basi
Sebab menurutku percuma mengumbar kesedihan hanya membuat tenang sesaat
Lalu gundah berkepanjangan ketika setiap orang berbisik bisik mengulang cerita itu
Dan belajar bercerita hanya kepada SANG PENCIPTA ternyata jauh lebih menyenangkan.. semuanya tidk akan terdengar kemana-mana
Justru jalan keluar dan kelegaan yang aku terima setelahnya
Dan menuangkannya dalam goresan juga sangat membahagiakan hingga kelak anak dan cucuku akan mengerti betapa perjuangan hidup itu memang sudah aku lalui
Aku tidak suka dan sangat tak suka melihat pribadi yang sibuk ingin tahu tentang orang lain, dengan alasan a, b, s hingga z… tetap aku tidak simpatik
Buang buang waktu saja, bukankah masih banyak hal lain yang jauh lebih penting diurus daripada hanya ingin cari tau tentang seseorang?
Aku muak dengan kemunafikan. Berpura-pura berteman tetapi hanya karena penasaran
Oh My God.. ! Desah jiwaku. Bilakah aku bertemu dengan seseorang yang menyambutku sama seperti aku menghargainya?
Pada pagi dan matahari yang selalu menemaniku
Dalam tanya dan dalam kebahagiaanku, biarlah semuanya aku nikmati
Hidup yang hanya satu kali ini, aku hanya ingin menjadi seseorang yang berarti..
Anti gossip
Anti ngurusin orang lain
Anti ngerumpi
Cukup menikmati guratan tanganku diatas kertas saja
Bersama pena setiaku dan diary ungu tercintaku
Hidup ini memang aneh.. se-aneh mereka yang sibuk mencari tau urusan orang lain..
Batam, March 27th 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 22.10 0 komentar
Kamis, 24 Maret 2011
I Wished ...

Angin mengajakku bersenda gurau siang ini.. Padahal aku sedang tak ingin
Dan rumput pun menarikan lagu alam penuh damai
Hariku. Selalu berteman angina, rumput, air, udara dan apa saja yang ada disekitarku
Sejak aku kehilangan mereka dan idealisme yang ada, tetapi ini bukan keluhan
Hanya saja aku merasa seketika ada yang menusuk relung hatiku saat aku mengingatnya
Mengingat semuanya dan perlahan kusadari air yang sedikit hangat mengalir dari ujung mataku .. airmata… tetapi bukan kesedihan atau duka…
Itu hanya isyarat kerinduan yang mendalam dari hati suci ini
Rindu pada rumah dan halamanya, pada pohon mangga yang ada didepan rumah
Yang bertahun tahun buahnya hanya bergerombol pada ranting yang menjulur keluar pagar rumah… sedangkan pohon mangga itu tidak sampai 2 meter tingginya…
Dan buah mangga itu menjadi milik siapa saja yang lewat dan depan rumahku
Mereka bebas mengambilnya karena tak mungkin 24 jam kami menjaganya…
Rindu pada rumput gajah yang ditanam dihalaman rumah, dimana dahulu aku sering bermain dengan adikku yang kini telah tiada… ooohh angin.. tetaplah disini… temani aku ….
Kapankah semua berakhir ya Tuhan..?
Aku merindukan keluargaku, aku merindukan pulang kerumah selepas lelah bekerja
Dan dirumah ada sikecil yang menantiku, dan menyiapkan sarapan pagi sebelum meninggalkan rumah untuk mencumbui kegiatanku
Dan seorang pria bertubuh tinggi dan berkulit putih, dengan senyumnya akan selalu membuat lelah dan penatku hilang saat bersamanya..
Pria yang akan menguasai hati dan cintaku sepanjang masa
Dan menjadi pangeran diistana ketulusan dan kesetiaanku…
Dan… aku tutup buku harianku berwarna ungu .. serta berkata dengan segenap rasa dalam dadaku… “ Kutitipkan Pangeran hatiku padaMU, dan aku akan setia menanti waktu ENGKAU mempertemukan aku dan dia .. dan tak akan memisahkan kami lagi..selamanya …”
Heiii… airmataku kembali menetes .. entahlah… rinduku begitu besar..
Pangeran.. kamu dimana ? … dan mentaripun redup..
Batam, March 24th 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 01.31 0 komentar
Love is Mistery

Cinta itu misteri, kayaknya mirip jelangkung.. ( he he he )
Datang nggak diundang dan seringkali perginya nggak minta diantar
Malah tepatnya perginya nggak pamitan dulu
Seenaknya saja..
Terkadang terpikir untuk tidak jatuh cinta, terlebih lagi pengalaman cintaku acapkali berakhir sedih dan menyebalkan, tetapi aku juga tidak sanggup menolak ketika ia menyapaku dan menggelitik alam pikiran dan relung persendian perasaanku ..
Dia muncul lagi, dan muncul lagi.. apakah benar gelar yang teman-temannya berikan untukku.. “ Pencinta sejati “.. kata mereka aku adalah pakar dalam percintaan..
Menurutku tidak, buktinya ? Aku terlalu mudah jatuh cinta dan sangat singkat pula mati rasa… tetapi tidak berlaku pada orang yang dapat membuatku terpana dan nunut padanya..
Hanya saja mata ini acapkali tak setia.. sulit bagiku tak menatap keindahan ciptaanNYA
Toh… aku hanya bisa menatap dan menatap saja.. meski acapkali pula akhirnya berkenalan.. dan cukup berakhir pada kesepakatan aku hanya bisa berteman..
Berteman saja…
Tetapi.. taukah engkau, Pangeran… Kamu saja yang bertahta didalam hati ini
Setiap hari kucumbui bayangmu dengan harap dan doa
Dapatkah kita bertemu dan kubelai wajah rupawanmu ?
“ I love you.. all of my life.. I need you.. and I love is right ..”
Jika saja engkau dan aku bisa bersama, mungkin tak lagi berpetualang raga ini
Hanya ingin menyandarkan segalanya dibahumu, Pangeran hatiku…
Bantu aku menghentikan petualanganku …
Batam, March 24th 2011
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 00.33 0 komentar
Rabu, 23 Maret 2011
Kepada Kekasihku
Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara dari bekunya hati sang kelana
kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan
kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup pucuk-pucuk
kasihmu tak juga meredup mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup
kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu saat luka
kuburkan semburat hasrat perindu dari kelam kelabu cerita lalu
kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa depan
kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci rekatkan dua hati yang terpatri
** untuk seseorang yang aku cintai.... Semoga kamu bahagia ya...
-Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 00.24 0 komentar
Yah ... beli talas yuk.. !

Ayah..
Kota ini sudah benar benar berubah
tidak seindah dulu
tidak sesejuk dulu
dulu ayah sering mengajakku kesini
melihat rusa di istana
melukis jembatan merah dibalik batang pohon besar di tepi danau buatan..
Tapi sekarang beda Yah..
Sumpek dgn angkutan umum yang seenaknya berhenti
dan disudut-sudut kota aku melihat pemandangan memilukan
anak - anak kecil berperut buncit..
Mereka kelaparan..
Kota ini jadi menyedihkan
tak seindah saatku kecil dan ayah sering mengajakku untuk melukis..
Kita sempat melukis batu nisan Antoinnette Diandra yg berdarah Belanda itu
dan berburu kesukaanku
.. Talas yang lalu direbus oleh si mbok didapur..
Ayahh.. Kapan kita ketemu lagi? Aku ingin makan talas dipangkuanmu ..
Batam, Dec 8th 2010
( arsip of me )
- echa ogie -
Diposting oleh Chaca di 00.12 0 komentar
Selasa, 22 Maret 2011
Hello Purinsu .... ^^

Hello Purinsu…
Apakabarmu hari ini..?
Taukah kau aku selalu mengingat dan memikirkanmu
Selalu berharap kamu baik-baik saja..
Tak ada niat lain selain karena kamu adalah sahabatku, Purinsu
Sahabat yang sangat aku hormati dan hargai ..
Sudahkah makan siang hari ini, Purinsu-ku?
Hanya melalui tulisan dan doa aku bisa menyapamu
Karena aku hanyalah seorang upik abu yang sesungguhnya tak pantas menyapamu.. apalagi menatapmu
Dan aku sadar bahwa begitu jauhnya jika aku berharap suatu saat aku bisa duduk dan makan bersamamu…
Sebagai sahabat.. sebagai saudara…
Purinsu…
Hanya ini yang bisa aku berikan untukmu
Puisi sederhana yang entah kamu suka atau tidak
Tetapi aku yakin kamu tidak akan menertawakan aku…
Dan pada mentari aku titipkan salamku untukmu
Semoga angin tak lupa membawanya dengan senyum termanisku
..Cuma untuk kamu, Purindu sahabatku ^^
Batam, March 23th 2011
“ Dearest Purinsu “
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 23.49 0 komentar

Hello.. hatiku, ada apa denganmu hari ini?
Sedari pagi hanya tersenyum, goyang-goyang kepala mengikuti irama Sha laa laa dari Vengaboys...
Sesekali tubuhku juga bergoyang mengikuti iramanya yang riang..
Hari sudahlah tidak pagi, tetapi selalu selamat pagi yang terucap dari bibir ini..
ada apakah denganmu hai hatiku ?
" Shaa laa laaaa... in the morning.. Shalaalaaaa.. in the sunshine ...
Shallaa laaaa.. just for you .."
Itu yang terdengar dihati ini..
Duh... setelah pangeranku meneleponku.. dan berkata : Do you know how much I Love you, Pink ?"
Kian riang dan semakin ceria hari ini aku rasakan..
teriknya matahari Batam tetap saja kurasakan selembut matahari pagi
Senyumku juga cantik hari ini.. aku mengetahuinya ketika aku menatap cermin disisi kananku..
Terimakasih duhai PENGUASA.. semua kebahagiaanku adalah bersumber dariMU..
Lalu aku menatap kedepan..
Masa depanku.. sabar ya menantiku menemuimu
dengan semua harapan yang selalu kutitipkan pada imanku
dengan semangat yang selalu aku kobarkan pada karyaku
.. aku cinta hidup ini..
Hidup yang TUHAN sudah hadiahkan untukku... terimakasih untuk segalanya ..
Batam, March 23th 2011
" Thank for all, GOD "
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 23.36 0 komentar
Untuk Papi

Dearest Papi...
Masih teringat masa-masa ketika kita bersama
Masih terasa betapa penuh kasihnya engkau mengajariku bermain piano
Piano Kayu bermerk Meyer disudut rumah kita
dan Kak Aga guru piano untukku dan siadik bungsu
dan akhirnya hanya si adik bungsu yang menjadi murid orang Jepang itu
Aku lebih suka papi mengajariku... walau sedikit galak
tetapi membuatku cepat pandai menarikan jemari kecilku diatas piano
Saat hujan turun dan suhu tubuhku naik karena demam
Papi akan memainkan piano untukku... dan sikecil Echa Ogie ini akan terpulas
disofa merah bata diruang tengah... " Ballade pour Adeline " lagu kesukaanku
tak bosan engkau mainkan untuk putri nakalmu ini..
Atau.. engkau akan mainkan " Edelweys ", " Ave maria " atau " Unchained Melody"
Semua untuk putrimu ini, Pap..
Masih ingat kok, Pap... aku menangis saking inginnya memainkan " Hey Jude " untukmu dihari ulangtahunmu ke 54..
Papi... aku sayang padamu..
Bukannya hanya papi untukku, tetapi guru, sahabat dan idolaku..
Aku bangga dan selalu bangga memilikimu, Pap..
Bulan Januari beberapa tahun silam
itu pertamakalinya aku melihatmu menangis
engkau menangis karenaku, ketika kecelakaan menimpaku
Papi...., ruang kantormu kau tinggalkan.. masih menggunakan Stelan Safari yang membuatmu makin gagah
Papi menangis disisi tempat tidurku diruang operasi.. Maafkan aku..
Semua masa kecilku dan masa bersamamu..
menjadi masa kebanggaan dan kebahagiaan untukku...
Dan hari ini.... aku mengenangmu...
" Dari Putri Kecilmu, Dad "
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 23.29 0 komentar
Senin, 21 Maret 2011
Di Avenue 42nd street New York

Mentari pagi ini sedikit redup
aroma lembab tanah dan rumput
begitu menyegarkan
kuhirup perlahan
dari balik jendela tempat tinggalku
Salju itu sudah pergi
bekas-bekasnya pun tak terjejak
lenyap oleh waktu
tinggal angin meliuk liuk tak terlihat
kebisingan mesin mesin kendaraan itu yg bercerita
Teringat waktu itu
ketika salju menutupi jalan-jalan
menyelimuti bangunan-bangunan
5 mantel tak mampu membuatku hangat
aku bergetar.. Sangat hebat..
Di Avenue 42nd street New York..
" I love you.. " kau bisikkan itu ditelingaku
aku menggigil bukan krn butiran salju yg memandikanku..
Seorg lelaki tua lewati kita
dgn sebotol Chivas Regal dan sedikit sempoyongan
hidup besarnya merah , mungkin karna suhu begitu basah.. " be happy with ur love both!"
ia menepuk pundakmu..
Aku merindukan itu
bermain bola salju bersamamu
meluncur dgn sky sambil genggam erat jemarimu
dan merindukan getaran hebat..
Saat kau bisikkan : " I Love you.. "
ya.. Ditempat yang sangat sederhana..
Ditepi jalan dan kaki kita terendam salju
Hanya di Avenue 42nd street New York..
Dan kedua pipiku menyemburat merah jambu..
_ Echa Ogie _
Diposting oleh Chaca di 22.54 0 komentar
TUHAN.... hari ini genap 6 bulan aku di Batam

Dear Tuhan...
Hari ini adalah hari yang indah untukku. Sejak pagi aku sudah sibuk didapur mempersiapkan pesanan catering perdana dari sebuah PT. Galangan yang ada di Batam ini. Terimakasih jika aku masih bisa bertahan dikota ini, semua karena TUHAN. Kota ini masih sangat asing ketika 6 bulan yang lalu aku menginjakkan kaki disini. Ajakkan dari sahabatku yang membuat aku berani datang kesini. Hingga akhirnya semua berantakan ketika aku melakukan kesalahan. Ini salahku ALLAH, hingga aku disisihkan, sempat terlunta-lunta. Tidur di satu Mesjid ke Mesjid lain, hingga akhirnya orang-orang berhati mulia bersedia menampungku dirumah mereka. Lalu sebuah organisasi "Relawan" mengajakku bergabung. Sebagai ucapan terimakasihku, aku berikan waktu dan tenagaku disana. Tanpa gaji, semua aku lakukan. Tetapi akhirnya mereka memfitnahku sebagai wanita murahan. Nggak apa-apa ya ALLAH, aku udah biasa mengalami fitnah seperti itu. Yang penting ENGKAU YANG MAHA TAHU segalanya. Dan aku percaya pada nasihat orang-orang bijak :" Bahwa kebenaran akan terungkap pada suatu saat nanti." AKu menunggu saat itu ya ALLAH. Karena sebagai seorang yang sebatangkara saat ini dikota ini, tentulah pembelaanku tiada arti.
Dan hampir 1 bulan aku kehilangan " Kakak " alias anakku, maafkan aku ya ALLAH karena aku tidak bisa menjaga hadiahMU itu dengan baik. Aku lelah dengan janji-janji dan janji yang berkata ingin membantuku. Sedang saat itu anakku butuh pengobatan untuk jantungnya. Dan semuanya ENGKAU yang MAHA TAHU...Sampai akhirnya dia ALLAH bawa pulang ke SurgaMU. Titip dia ya ALLAH, ijinkan suatu saat hamba boleh berjumpa dengannya di SurgaMU.
Tetapi itu sudah berlalu. Biarlah orang mau berkata apa tentang aku. Yang penting, keluargaku jangan mereka ganggu. Ya keluargaku, meskipun kepercayaan kami kini berbeda aku tetap sayang pada mereka dan aku tak ingin mereka diganggu. Jadi biarlah seperti ini adanya, hingga suatu saat nanti ALLAH sendiri yang akan bercerita pada mereka tentang siapa aku dan keluargaku. Yang akhirnya aku tau, semua orang yang mengaku sahabatku dan kenal aku kini teruji apa sebenarnya motivasi mereka berteman denganku. Mereka tidak bisa menerimaku dalam keadaan bersalah, sedangkan mereka tau aku adalah manusia biasa juga seperti mereka. Nggak apa-apa TUHAN, karena saat ini ENGKAU telah memberiku keluarga yang baru, sahabat-sahabat yang tulus dan kekasih yang baik hati, yang menerima aku apa adanya. Dan semua kesedihan itu sudah berlalu. Karena bagiku segala RAHMAT-MU dan KebaikkanMU jauh lebih besar dari segala kesedihan yang aku alami. Terimakasih ya ALLAH untuk setiap caci maki yang aku terima, dari orang yang merasa dirinya pantas menghina dan memaki, nggak apa-apa asalkan jangan keluargaku yang mereka ganggu.
Dan hari ini adalah hari pertama aku turun ke dapur lagi. Terimakasih untuk kalian yang masih memberikan kepercayaan padaku untuk berkarya. Terimakasih untuk seseorang yang selalu sabar menghadapi aku yang keras kepala ini. Terimakasih untuk ALLAH yang telah memberikan keluarga yang baru untukku. Mereka keluarga yang sederhana, tetapi dirumah itu aku menemukan kasih sayang, ketulusan dan kebersamaan yang manis. AKu jadi kakak sulung untuk Putra, Ulfa, Sam, Iwan dan Fitra, anak-anak yang ada dirumah itu. Bahagia rasanya setiap pagi mereka menyapaku :" Eh, kak Chaca sudah bangun.." dan aku merasa punya arti ketika mereka berkata :" kakak, ajarin aku bikin PR ya.."
Subhanallah... dengan apa akan aku balas semua kebaikkanMU ini ya RAHMAN, Ya Rahim.. aku merindukan keluarga yang benar-benar menyayangiku dan kini ENGKAU memberikan itu untukku.
Bahagianya aku ketika masak tadi si kecil Fitra menemaniku sambil bercerita, Kak Sumi juga dengan penuh ketulusan membantuku menyiapkan semuanya. Terimakasih ya ALLAH, nggak akan bisa aku berhenti mengucapkan syukurku padaMU, ya RAHMAN. AKhirnya pesenan Catering selesai lebih awal. Memasak dengan penuh cinta memang indah banget, semua terasa mudah.
Selesai membuat makanan Catering, aku coba-coba membuat kue. Kue yang dulu sering aku masak untuk orang yang paling aku cintai saat itu, Alhamdulilah ternyata masih selezat dulu rasanya. Muffin Choco Chips namanya. Karena rasanya lezat, aku jadi pede untuk bikin banyak dan aku coba tawarkan kewarung-warung ( itu rencananya ), tetapi alhamdulilah seorang sahabatku yang bekerja di sebuah media di Batam ini, kebetulan sedang berniat membeli kue untuk acara ultah anaknya. Mulanya dia menelponku ingin sewa kendaraan yang akhirnya lanjut bercerita kalo putrinya akan merayakan ultah sore nanti. Hmmm.. kebetulan aku membuat muffin, aku coba-coba tawarkan dan tanpa babibubebo, dia langsung setuju. Lumayan, mobil disewa, muffinku habis semua.^^
TUHAN, hari ini genap 6 bulan aku dikota yang awalnya masih sangat asing untukku. Dan ketika aku ingin meninggalkan kota ini sahabatku yang bernama Cak Nur memberikan nasihat :" Chaca, kamu bertahan saja dikota ini, karena ALLAH akan lakukan hal yang besar untuk kamu disini..bla..bla..blaa..." dia berkata panjang lebar. Dan karena dia adalah sahabatku, aku percaya padanya dan aku mendengarkan nasihatnya. Echa Ogie, seorang wanita biasa yang memiliki ALLAH yang MAHA LUAR BIASA, kini mulai bangkit. Bukan karena aku hebat, tetapi semua karena Perbuatan Tangan dan Pertolongan ALLAH bagiku.
6 bulan aku dikota ini TUHAN, hari ini lembaran masa laluku sudah aku tutup. Aku memaafkan semua perbuatan mereka, dan aku berharap semoga mereka pun mau memaafkan kesalahanku. Aku mau melangkah bersamaMU, Al Wahhab dan Al Razzaq... aku pasti bisa bersamaMU. Karena itu yang terpenting untukku. Sahabatku, kekasihku atau mungkin keluargaku bisa meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan mampu asalkan TUHAN selalu bersamaku.
Terimakasih untuk hari ini ya ALLAH, untuk setiap mereka yang sudah peduli padaku selama aku jatuh, untuk usaha yang baru, untuk mereka yang memperlakukan aku tidak adilpun aku ucapkan terimakasih.
Selamat tinggal masa lalu, aku pasti bisa melupakanmu. Dan selamat datang masa depanku yang indah, karena aku tau TUHAN selalu besertaku.
Jia youuu, Chaca !!! BersamaNYA kamu pasti bisa, Cha !
Terimakasih ya TUHAN untuk segalanya... ALhamdulilah... Amin.
Batam, January 27th 2011,
" Kisahku "
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.48 0 komentar
NYANYIAN RINDU UNTUKNYA

nyanyian ini untukmu kawan
untuk setiap air dalam gelas yang tak sempat kita teguk bersama lagi
untuk kebahagiaan yang belum lama kita rasakan
dari luka yang panjang, sebelum engkau mengenalku
nyanyian ini untukmu kawan
untuk setiap langkah yang kau jejakkan dan tinggalkan
pada setiap tapak takdir yang menggurat di telapak kaki
pada kebersamaan kita di detik terakhiir sebelum kita berpisah
dan untuk stiap kebisingan itu.. yang lalu disertai airmata
persahabatan adalah nyanyian dan untaian nada
ia mengalun dalam setiap desah nafasku
dan mengalir dalam deru darahku..
Dan lalu kau tinggalkan kesedihan dalam hatiku...juga hatimu
ketika pihak ketiga kau ijinkan mengaduk-aduk cinta dalam persahabatan kita
lalu hilang bersama debu dna tawa mereka membekas dalam kemalangan mereka yang panjang
Nyanyian ini untukmu kawan
untuk setiap tetes airmata yang mengalir dalam kebahagiaan kita pada malam penuh cinta
untuk setiap tawa sepanjang jalan sekupang - batam center pada letih dini hari
tak akan kulupa kecupan lugumu dibibir mungil ini
aaaahhh... mata nakalmu dan tawa lepasmu saat menggelitik pinggangku dari belakang
dan kita tertawa dalam nyanyian cinta yang perlahan hadir dihati ini
aku mohon padaNYA agar engkau menjadi jodohku dan aku menjadi jodohmu
lalu kamu tertawa dan mencium daun telingaku :" Sayan kamu, Pucha!"
bisikkanmu itu selalu terkenang...
Nyanyian ini akan tetap untukmu..
Sahabatku sekaligus mantan kekasihku...
Semoga ALLAH mempertemukan dan mempersatukan kita kembali..
Batam, January 22nd 2011
" Rinduku padamu"
- Echa Ogie-
Diposting oleh Chaca di 21.42 0 komentar
Sketsa Kemiskinan

Sulit aku menelan makan siangku, yang tertata rapi dan bersih .. sedangkan kamu belum makan dik .
Hhhhhh.. egoisnya aku jika aku mencaci makanan yang sudah disediakan untuk ku santap, sedangkan kalian mengais-ngais sisa-sisa makanan orang-orang yang tak mampu bersyukur..
Ya TUHAN.. ampuni aku.. selama ini aku hanya mengeluh dan mengeluh karena makananku tak enak
tak lezat dan macam0 macam keluhan dan sungutku. Sedangkan sikecil disudut trotoar kota itu begitu lahapnya menyantap sisa nasi yang ia dapatkan ditempat sampah yang ia korek dan korek..
Perlahan airmataku menitik.. betapa egoisnya aku ya TUHAN
betapa sombongnya aku dengan tidak bersyukur dengan apa yang kumiliki, mengeluh dan mengeluh
sementara sikecil itu... lapar selalu menyerangnya..
Aku mengeluh dengan pakaian yang tak bermerk.. sedangkan adik kecil dibawah jempatan layang kota kelahiranku
hanya berselimutkan baju compang camping yang lusuh.. TUHAN.., ampuni aku..maafkan aku..
Dan airmataku kian menitik.. saat si bocah itu tersenyum dan menatapku ..
" kakak... mengapa berdiri disitu kan hujan mulai turun dan kakak menjadi basah .."
TUHAN.. dalam kemiskinannya ia tetap peduli sesamanya... sedangkan aku?
Egois.. sombong.. hanya menghabiskan uang tanpa peduli banyak yang tak mampu memilikinya
Hhhhh .... ijinkan sisa hidup ini berarti ya MAHA RAHIM
ijinkan diri ini mampu memberi dan memberi kepada sesama ya MAHA BAIK
.. aku harus berhenti egois..
aku harus berhenti mengeluh... karena hidupku jauh lebih indah dari mereka..
Batam, Feb 19th 2011
* Dibawah jembatan Slipi Jakarta *
-Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.37 0 komentar
Cintanya Gravelisha Diandra

Manhattan…
Disore hari pada minggu kedua dibulan ketujuh
Dibawah remang suara camar dan deru kehidupan New York City
Seorang gadis terpagut sepanjang jembatan “Verrazano”
Dan sesaat ia memandang kecantikan kota Manhattan
Dan menikmati patung Liberty, Coney Island dari kejauhan
Sesaat ia lupa dengan risau dan galau dihatinya
Akan cinta yang hilang yang ia nantikan
Akan kekecewaan dan rasa perih karena cinta dihatinya t'lah ternoda oleh
kejamnya pisau bernama pengkhianatan dan penghinaan..
“ Aku tetap sayang kamu Mr. Hui … akan selalu ..”
Terucap pelan dan nyaris tak bersuara dari bibir mungilnya
Dari Manhattan ke Brooklyn lalu ke Manhattan lagi
ia tempuh tanpa ragu dan tak ada sedikitpun kesah terdengar
“ I will always love you, Hui !”
Ucapnya kembali nyaris tak terdengar.. hanya seperti desah nafas saja
Semua pedih ia lupakan
Semua kecewa terasa pupus
Dan semua kesalahan ia maafkan
Karena ia tau Pangeran hatinya kini dalam kemuraman waktu
“ Lalu.. pada siapa aku harus marah dan mendendam ? “
Ia menatap langit.. Ia pandangi awan yang menari
“ KepadaMU kah Wahai JUNJUNGAN ?” ujarnya lirih
TIDAK !!! ini bukan waktu menyalahkan dan membenarkan
Karena ini lah hidup.. bisa menangis hari ini dan esok tertawa
Atau sebaliknya… terbahak hari ini dan esok terisak-isak..
Langit Manhattan menjadi saksi, Manhattan Bridge pun mengerti
Sangat memahami hatinya yang mendayu karena rindu
Angin Manhattan menjadi sahabatnya dalam sunyi
Setiap detik. Menit. Jam. Dan hari
........................................ Gravelisha Diandra terpaku lagi
Dan perlahan langit jingga mulai menyelimuti bumi antara Brooklyn dan Manhattan..
“ Aku tetap cinta dia, TUHAN …” bisiknya perlahan..
dan kembali menapaki jembatan itu ketika lampu satu persatu mulai menyala...
Februari, 21st 2011
* Ketika cinta menyapa Gravelisha Diandra *
( My Next Novel's)
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.28 0 komentar
I MISS YOU

Mendadak aku rindu kamu, sesaat tadi aku sempat membuka album kenangan kita
waktu kita masih bersama, menghabiskan malam-malam yang selalu ceria
dan menikmati pagi yang penuh nuansa
Aku ingat deru tawamu setiap kali mendengar aku berkelakar
dan terbahak-bahak aku saat kamu menjerengkan kedua mata indahmu
... " Puchaaa sayaaaangggg .." ujarmu sembari mengangkatku tinggi-tinggi dengan kedua tangan kokohmu
aaahhh aku rindu saat saat itu
saat senyum nakalmu menantiku memasak sarapan pagi sebelum aku mengantarmu kekantor..
padahal kita punya pegawai yang bisa menyetir
dan kamu juga bisa nyetir sendiri,,, namun karena aku cinta kamu dan kamu cinta aku
saat ini aku selalu bahagia bisa menjadi supirmu..
Dan sepanjang jalan kita bercerita atau menyanyi berdua
indahnya saat itu..
dan sesekali kau membelai rambutku dan tak jarang kau mencuri curi
menciumku... lalu pipiku merona merah jambu..
Malam ini aku rindu padamu
saat aku membuka album kenangan kita
.. dan akhirnya aku tutup kembali sembari berkata dalam hati ini
" Semoga kamu bahagia dengan wanita pilihan orangtuamu.."
I miss you.. Really missing you ..
Batam, Feb 23th 2011
" I'm Gonna miss you, beib "
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.24 0 komentar
Cinta Tapi malu

Jangan lewat didepanku lagi Pangeran
aku malu menatapmu dengan baju compang campingku
simpan saja senyum manismu
berikan itu pada putri putri bangsawan
sebab aku tidak layak menerimanya
aku malu jika harus jujur padamu
diam diam
dan tanpa aku minta
rasa itu datang dihatiku
untuk kamu
Aku malu, Pangeran !
............. karena aku cinta kamu ..
Batam, Feb 23th 2011
" Hello my Purinsu "
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.20 0 komentar
Dari Jauh Saja

Pangeran..
Kamu sedang apa?
Apakah engkau tau ada yang merinduimu
Dalam hangatnya mentari siang
Dinaungan romantisnya bulan malam
Apakah engkau merasa ada yang mengawasimu ?
Dalam dentang dan denting alunan doa
Dalam pekat malam diindahnya detik dan menit Tahajud
Ada yang selalu menjagaimu
Dengan rantaian tulus doa dan kerinduan melihatmu selalu tersenyum
Dalam tidur aku selalu memandangmu
Dengan mata terpejam namun nurani selalu menatapmu
… kamu sangat indah… sangat indah..
Namun tembok itu terlalu tinggi
Aku tak sanggup memanjatnya, aku tak mampu menapaki kilaunya
dengan kaki “orang kecil” seperti aku..
Pangeran…
Senyummu membuatku tenang.. walau kau hanya bias kucintai dalam lamunan
Dan kucumbui dalam bait-bait nyanyian dan doa
Tetapi aku bahagia, saat aku tau engkaupun disana bahagia…
Karena aku sayang kamu diam-diam..
Terus berkarya Pangeranku
Terus kibarkan harum panji negeri dimana-mana
Teruslah goreskan warna-warna harum bangsa diseluruh semesta
Walau hanya dari jauh.. aku bahagia melihatmu tersenyum ..
Batam, Feb 28th 2011
“ Pangeranku, kamu kusayang..diam-diam (perjalanan cintanya Gravelisha Diandra “
- Echa Ogie -
Diposting oleh Chaca di 21.10 0 komentar
Blog Baruku ^^

Hai.. seneng banget karena hari ini 22 Maret 2011 aku bikin blog baru. Beberapa blog aku yang lain, entah karena udah lama gk aku buka atau karena memang ada beberapa temen aku yang tau paswordnya, sekarang aku sulit membukanya. ( hihihi kecerobohanku.. ).
Disini aku akan bercerita dan berbagi pengalaman dengan teman-teman semua. Sekalian menyalurkan hobby menulisku, aku juga ingin berlatih dan berlatih.
Kita mulai ya... ^^
Diposting oleh Chaca di 20.59 0 komentar
