BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 26 Maret 2011

Kusebut ini rindu





Dan aku sebut ini rindu
rindu yang entah dimana ujungnya
dan entah kapan terpuaskan

kian hari hanya rasa itu yang aku miliki
rindu hanya padaMU, Duhai PENGUASA segalanya

Rumahku - Song of OA




Jauh sudah aku berjalan
Rasakan pahit, rasakan manis
Rasakan gelap, rasakan terang
Sampai ku tak tahu jalan pulang
Tinggi aku terbang semakin tinggi
Lewati awan hampa udara
Hingga ku lemas, hingga ku jatuh
Tapi... aku harus bertahan hidup

Tolonglah... tolonglah...
Tunjukkan jalan kerumahku...
Tolonglah... tolonglah...
Beri udara 'tuk nafasku

Siapa yang akan menolongku
Pegang tanganku bawa kerumahku
Rasakan kasih, rasakan sayang
Hangat pelukan, hangat kecupan

Ada teh hangat, dan roti bakar
Bantal yang empuk, kasur yang lembut
Ada larangan, ada aturan
Tatapan mata penuh curiga

Gorden yang cantik, dapur yang unik
Dan anak kecil panggilku 'Ibu'
Dan seorang pria... ucapkan salam 'Slamat Pagi'
Aku jadi rindu rumah...

Aku adalah Angin




Namaku angin. Padang rumput ini adalah tempat tinggalku. Ya, aku tahu, angin tidak seharusnya memiliki tempat tinggal. Teman-temanku yang lain sering berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Karena itu yang dilakukan angin, kami bebas berhembus kemanapun kami suka

Aku juga pengelana, dulu! Lalu di padang ini pengelanaanku terhenti, karena selembar daun yang hijaunya berbeda dari daun manapun yang pernah kutemui. Lalu aku menetap di sini, menjadi pengagumnya yang paling setia.

Aku tentu saja punya banyak teman sesama angin. Sudah banyak angin yang singgah di padang rumput ini, dan tiap akan pergi melanjutkan perjalanan, mereka selalu mengajakku serta berkelana. Tapi aku tetap setia pada padang rumput tempat tinggalku ini. Maka mereka menyebutku angin yang aneh. Padahal aku tak aneh, aku hanya jatuh cinta.

Suatu hari yang cerah, seperti biasa aku bermain di sekitar pohon tempat daunku tinggal
Ia tak seceria biasanya, ia tampak sedih. Aku berputar di sekitar pohon, ingin tahu kemalangan apa yang menimpanya. Tapi betapa terkejutnya aku ketika daun itu tiba-tiba terlepas dari ranting sang pohon.

Aku terdiam memandangi sang daun yang kini tergeletak di tanah. Ia bebas sekarang, tak lagi tergantung di ranting pohon. Ini kesempatanku untuk melanjutkan pengelanaan, tanpa kehilangan alasan utamaku berhenti berkelana. Maka kuhampiri sang daun, mencoba mengajaknya ikut berkelana bersamaku. Tapi kudapati jawabannya membuat hatiku teriris

“Maaf angin, andai saja aku bisa. Aku terlalu mencintai pohon yang baru saja membuangku ini. Dan aku takkan menyerah mencintainya. Aku akan tetap di sini, di kakinya sampai membusuk dan diserap tanah, lalu menyuburkannya, pohon yang membuangku”

Maka aku memutar tubuhku, tak sanggup lebih lama menyaksikan daun terindahku terluka, apalagi sampai membusuk demi pohon yang membuangnya

Namaku angin. Dan kini aku kembali bergabung dengan kawananku, melakukan apa yang dilakukan angin, berkelana!

Ketika Kamu bertanya tentang cinta padaku




Lagi-lagi kau menanyakan itu.. pertanyaan yang sangta tak penting menurutku, pertanyaan yang selalu membuatku terbata-bata

Cinta seperti warna, lebih mudah dinikmati, dirasakan, dan dimaknai sendiri, dibanding ketika mencoba menjelaskannya melalui media kata-kata.

Mintalah seseorang menjabarkan bagaimana biru, maka dia kemungkinan akan diam, bingung merangkai kata untuk mendeskripsikannya.
Tapi mintalah ia menunjukkan biru, maka ia akan menunjukkan mulai dari hamparan langit, sampai bentangan samudra, hingga kau tahu apa itu biru.

Begitu juga jika kau bertanya tentang apakah hitam itu, mungkin ia hanya bisa mengatup-ngatupkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
Namun ketika kau minta ia menunjukkan ia kan mudah menunjuk rambutmu atau rambutnya.
Rambut yang berwarna hitam, atau ia akan mulai bercerita tentang malam

Begitupun cinta.
Jika kau pinta aku menjabarkan cinta, maka aku akan diam.
Namun cobalah minta aku menunjukkannya, maka aku akan berdiri di sampingmu, di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu.
Dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi. Dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih.

Dan aku akan tetap disampingmu saat kau tak lagi berjalan kokoh dengan kedua kakimu, juga saat aku masih setiap mendampingimu sekalipun kulitmu semakin keriput dan suaramu tak seindah saat ini.. saat gigimu gugur satu persatu..

Dan kau pun akan tahu!...
bukankah aku sudah pernah mengatakannya?



* Dearest Honey... How much I love you *

- echa Ogie -






Kunamai mereka kurang kerjaan




Tentang pagi dan matahari
Yang selalu menemani tak jenuh mendengar setiap hela nafas ini
Yang paling tahu jika aku sedang tertawa gembira atau hanya basa basi
Sebab menurutku percuma mengumbar kesedihan hanya membuat tenang sesaat
Lalu gundah berkepanjangan ketika setiap orang berbisik bisik mengulang cerita itu

Dan belajar bercerita hanya kepada SANG PENCIPTA ternyata jauh lebih menyenangkan.. semuanya tidk akan terdengar kemana-mana
Justru jalan keluar dan kelegaan yang aku terima setelahnya
Dan menuangkannya dalam goresan juga sangat membahagiakan hingga kelak anak dan cucuku akan mengerti betapa perjuangan hidup itu memang sudah aku lalui

Aku tidak suka dan sangat tak suka melihat pribadi yang sibuk ingin tahu tentang orang lain, dengan alasan a, b, s hingga z… tetap aku tidak simpatik
Buang buang waktu saja, bukankah masih banyak hal lain yang jauh lebih penting diurus daripada hanya ingin cari tau tentang seseorang?

Aku muak dengan kemunafikan. Berpura-pura berteman tetapi hanya karena penasaran
Oh My God.. ! Desah jiwaku. Bilakah aku bertemu dengan seseorang yang menyambutku sama seperti aku menghargainya?

Pada pagi dan matahari yang selalu menemaniku
Dalam tanya dan dalam kebahagiaanku, biarlah semuanya aku nikmati
Hidup yang hanya satu kali ini, aku hanya ingin menjadi seseorang yang berarti..

Anti gossip
Anti ngurusin orang lain
Anti ngerumpi
Cukup menikmati guratan tanganku diatas kertas saja
Bersama pena setiaku dan diary ungu tercintaku


Hidup ini memang aneh.. se-aneh mereka yang sibuk mencari tau urusan orang lain..



Batam, March 27th 2011

- Echa Ogie -

Kamis, 24 Maret 2011

I Wished ...






Angin mengajakku bersenda gurau siang ini.. Padahal aku sedang tak ingin
Dan rumput pun menarikan lagu alam penuh damai
Hariku. Selalu berteman angina, rumput, air, udara dan apa saja yang ada disekitarku
Sejak aku kehilangan mereka dan idealisme yang ada, tetapi ini bukan keluhan
Hanya saja aku merasa seketika ada yang menusuk relung hatiku saat aku mengingatnya
Mengingat semuanya dan perlahan kusadari air yang sedikit hangat mengalir dari ujung mataku .. airmata… tetapi bukan kesedihan atau duka…
Itu hanya isyarat kerinduan yang mendalam dari hati suci ini

Rindu pada rumah dan halamanya, pada pohon mangga yang ada didepan rumah
Yang bertahun tahun buahnya hanya bergerombol pada ranting yang menjulur keluar pagar rumah… sedangkan pohon mangga itu tidak sampai 2 meter tingginya…
Dan buah mangga itu menjadi milik siapa saja yang lewat dan depan rumahku
Mereka bebas mengambilnya karena tak mungkin 24 jam kami menjaganya…

Rindu pada rumput gajah yang ditanam dihalaman rumah, dimana dahulu aku sering bermain dengan adikku yang kini telah tiada… ooohh angin.. tetaplah disini… temani aku ….

Kapankah semua berakhir ya Tuhan..?
Aku merindukan keluargaku, aku merindukan pulang kerumah selepas lelah bekerja
Dan dirumah ada sikecil yang menantiku, dan menyiapkan sarapan pagi sebelum meninggalkan rumah untuk mencumbui kegiatanku
Dan seorang pria bertubuh tinggi dan berkulit putih, dengan senyumnya akan selalu membuat lelah dan penatku hilang saat bersamanya..

Pria yang akan menguasai hati dan cintaku sepanjang masa
Dan menjadi pangeran diistana ketulusan dan kesetiaanku…

Dan… aku tutup buku harianku berwarna ungu .. serta berkata dengan segenap rasa dalam dadaku… “ Kutitipkan Pangeran hatiku padaMU, dan aku akan setia menanti waktu ENGKAU mempertemukan aku dan dia .. dan tak akan memisahkan kami lagi..selamanya …”

Heiii… airmataku kembali menetes .. entahlah… rinduku begitu besar..

Pangeran.. kamu dimana ? … dan mentaripun redup..


Batam, March 24th 2011

- Echa Ogie -




Love is Mistery





Cinta itu misteri, kayaknya mirip jelangkung.. ( he he he )
Datang nggak diundang dan seringkali perginya nggak minta diantar
Malah tepatnya perginya nggak pamitan dulu
Seenaknya saja..

Terkadang terpikir untuk tidak jatuh cinta, terlebih lagi pengalaman cintaku acapkali berakhir sedih dan menyebalkan, tetapi aku juga tidak sanggup menolak ketika ia menyapaku dan menggelitik alam pikiran dan relung persendian perasaanku ..

Dia muncul lagi, dan muncul lagi.. apakah benar gelar yang teman-temannya berikan untukku.. “ Pencinta sejati “.. kata mereka aku adalah pakar dalam percintaan..
Menurutku tidak, buktinya ? Aku terlalu mudah jatuh cinta dan sangat singkat pula mati rasa… tetapi tidak berlaku pada orang yang dapat membuatku terpana dan nunut padanya..
Hanya saja mata ini acapkali tak setia.. sulit bagiku tak menatap keindahan ciptaanNYA
Toh… aku hanya bisa menatap dan menatap saja.. meski acapkali pula akhirnya berkenalan.. dan cukup berakhir pada kesepakatan aku hanya bisa berteman..

Berteman saja…

Tetapi.. taukah engkau, Pangeran… Kamu saja yang bertahta didalam hati ini
Setiap hari kucumbui bayangmu dengan harap dan doa
Dapatkah kita bertemu dan kubelai wajah rupawanmu ?

“ I love you.. all of my life.. I need you.. and I love is right ..”

Jika saja engkau dan aku bisa bersama, mungkin tak lagi berpetualang raga ini
Hanya ingin menyandarkan segalanya dibahumu, Pangeran hatiku…

Bantu aku menghentikan petualanganku …


Batam, March 24th 2011

- Echa Ogie -

Rabu, 23 Maret 2011

Kepada Kekasihku






Kekasih…

Laksana cermin dalam resonansi jiwa

Yang menggetarkan palung hati hingga keraga

Dan menghantarkan kehangatan bara dari bekunya hati sang kelana



kekasih…

kesetiaan agung pada dera kerinduan

laksana pantai menanti ombak dalam pelukan

yang teredam pada dalamnya kebisuan



kekasih…

seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup pucuk-pucuk

kasihmu tak juga meredup mencumbui lautan sukma yang kuyup

dalam serenade desiran angin sayup



kekasih…

karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu

meleburkan kebimbangan sang peragu saat luka

kuburkan semburat hasrat perindu dari kelam kelabu cerita lalu



kekasih…

butiran hujan yang jatuh selayak mutiara

terbungkus rapi dalam kado asa

untuk kau buka jika saatnya tiba

andai mampu kusibak jendela masa depan



kekasih…

sanjung puji dalam serambi janji

terucap lugas pada paras sejati

demi ikrar atas cinta suci rekatkan dua hati yang terpatri







** untuk seseorang yang aku cintai.... Semoga kamu bahagia ya...



-Echa Ogie -





Yah ... beli talas yuk.. !





Ayah..
Kota ini sudah benar benar berubah
tidak seindah dulu
tidak sesejuk dulu

dulu ayah sering mengajakku kesini
melihat rusa di istana
melukis jembatan merah dibalik batang pohon besar di tepi danau buatan..

Tapi sekarang beda Yah..
Sumpek dgn angkutan umum yang seenaknya berhenti

dan disudut-sudut kota aku melihat pemandangan memilukan
anak - anak kecil berperut buncit..
Mereka kelaparan..

Kota ini jadi menyedihkan
tak seindah saatku kecil dan ayah sering mengajakku untuk melukis..
Kita sempat melukis batu nisan Antoinnette Diandra yg berdarah Belanda itu

dan berburu kesukaanku
.. Talas yang lalu direbus oleh si mbok didapur..

Ayahh.. Kapan kita ketemu lagi? Aku ingin makan talas dipangkuanmu ..


Batam, Dec 8th 2010
( arsip of me )

- echa ogie -

Selasa, 22 Maret 2011

Hello Purinsu .... ^^




Hello Purinsu…
Apakabarmu hari ini..?
Taukah kau aku selalu mengingat dan memikirkanmu
Selalu berharap kamu baik-baik saja..

Tak ada niat lain selain karena kamu adalah sahabatku, Purinsu
Sahabat yang sangat aku hormati dan hargai ..

Sudahkah makan siang hari ini, Purinsu-ku?
Hanya melalui tulisan dan doa aku bisa menyapamu
Karena aku hanyalah seorang upik abu yang sesungguhnya tak pantas menyapamu.. apalagi menatapmu
Dan aku sadar bahwa begitu jauhnya jika aku berharap suatu saat aku bisa duduk dan makan bersamamu…
Sebagai sahabat.. sebagai saudara…

Purinsu…
Hanya ini yang bisa aku berikan untukmu
Puisi sederhana yang entah kamu suka atau tidak
Tetapi aku yakin kamu tidak akan menertawakan aku…

Dan pada mentari aku titipkan salamku untukmu
Semoga angin tak lupa membawanya dengan senyum termanisku
..Cuma untuk kamu, Purindu sahabatku ^^


Batam, March 23th 2011
“ Dearest Purinsu “


- Echa Ogie -





Hello.. hatiku, ada apa denganmu hari ini?
Sedari pagi hanya tersenyum, goyang-goyang kepala mengikuti irama Sha laa laa dari Vengaboys...
Sesekali tubuhku juga bergoyang mengikuti iramanya yang riang..

Hari sudahlah tidak pagi, tetapi selalu selamat pagi yang terucap dari bibir ini..
ada apakah denganmu hai hatiku ?

" Shaa laa laaaa... in the morning.. Shalaalaaaa.. in the sunshine ...
Shallaa laaaa.. just for you .."

Itu yang terdengar dihati ini..
Duh... setelah pangeranku meneleponku.. dan berkata : Do you know how much I Love you, Pink ?"

Kian riang dan semakin ceria hari ini aku rasakan..
teriknya matahari Batam tetap saja kurasakan selembut matahari pagi

Senyumku juga cantik hari ini.. aku mengetahuinya ketika aku menatap cermin disisi kananku..
Terimakasih duhai PENGUASA.. semua kebahagiaanku adalah bersumber dariMU..

Lalu aku menatap kedepan..
Masa depanku.. sabar ya menantiku menemuimu
dengan semua harapan yang selalu kutitipkan pada imanku
dengan semangat yang selalu aku kobarkan pada karyaku
.. aku cinta hidup ini..

Hidup yang TUHAN sudah hadiahkan untukku... terimakasih untuk segalanya ..



Batam, March 23th 2011
" Thank for all, GOD "

- Echa Ogie -

Untuk Papi






Dearest Papi...



Masih teringat masa-masa ketika kita bersama

Masih terasa betapa penuh kasihnya engkau mengajariku bermain piano

Piano Kayu bermerk Meyer disudut rumah kita

dan Kak Aga guru piano untukku dan siadik bungsu

dan akhirnya hanya si adik bungsu yang menjadi murid orang Jepang itu



Aku lebih suka papi mengajariku... walau sedikit galak

tetapi membuatku cepat pandai menarikan jemari kecilku diatas piano



Saat hujan turun dan suhu tubuhku naik karena demam

Papi akan memainkan piano untukku... dan sikecil Echa Ogie ini akan terpulas

disofa merah bata diruang tengah... " Ballade pour Adeline " lagu kesukaanku

tak bosan engkau mainkan untuk putri nakalmu ini..

Atau.. engkau akan mainkan " Edelweys ", " Ave maria " atau " Unchained Melody"

Semua untuk putrimu ini, Pap..



Masih ingat kok, Pap... aku menangis saking inginnya memainkan " Hey Jude " untukmu dihari ulangtahunmu ke 54..



Papi... aku sayang padamu..

Bukannya hanya papi untukku, tetapi guru, sahabat dan idolaku..

Aku bangga dan selalu bangga memilikimu, Pap..



Bulan Januari beberapa tahun silam

itu pertamakalinya aku melihatmu menangis

engkau menangis karenaku, ketika kecelakaan menimpaku

Papi...., ruang kantormu kau tinggalkan.. masih menggunakan Stelan Safari yang membuatmu makin gagah

Papi menangis disisi tempat tidurku diruang operasi.. Maafkan aku..



Semua masa kecilku dan masa bersamamu..

menjadi masa kebanggaan dan kebahagiaan untukku...



Dan hari ini.... aku mengenangmu...














" Dari Putri Kecilmu, Dad "



- Echa Ogie -

Senin, 21 Maret 2011

Di Avenue 42nd street New York






Mentari pagi ini sedikit redup

aroma lembab tanah dan rumput

begitu menyegarkan

kuhirup perlahan

dari balik jendela tempat tinggalku



Salju itu sudah pergi

bekas-bekasnya pun tak terjejak

lenyap oleh waktu

tinggal angin meliuk liuk tak terlihat

kebisingan mesin mesin kendaraan itu yg bercerita



Teringat waktu itu

ketika salju menutupi jalan-jalan

menyelimuti bangunan-bangunan

5 mantel tak mampu membuatku hangat

aku bergetar.. Sangat hebat..

Di Avenue 42nd street New York..

" I love you.. " kau bisikkan itu ditelingaku

aku menggigil bukan krn butiran salju yg memandikanku..



Seorg lelaki tua lewati kita

dgn sebotol Chivas Regal dan sedikit sempoyongan

hidup besarnya merah , mungkin karna suhu begitu basah.. " be happy with ur love both!"

ia menepuk pundakmu..



Aku merindukan itu

bermain bola salju bersamamu

meluncur dgn sky sambil genggam erat jemarimu



dan merindukan getaran hebat..

Saat kau bisikkan : " I Love you.. "



ya.. Ditempat yang sangat sederhana..

Ditepi jalan dan kaki kita terendam salju

Hanya di Avenue 42nd street New York..



Dan kedua pipiku menyemburat merah jambu..



_ Echa Ogie _

TUHAN.... hari ini genap 6 bulan aku di Batam




Dear Tuhan...



Hari ini adalah hari yang indah untukku. Sejak pagi aku sudah sibuk didapur mempersiapkan pesanan catering perdana dari sebuah PT. Galangan yang ada di Batam ini. Terimakasih jika aku masih bisa bertahan dikota ini, semua karena TUHAN. Kota ini masih sangat asing ketika 6 bulan yang lalu aku menginjakkan kaki disini. Ajakkan dari sahabatku yang membuat aku berani datang kesini. Hingga akhirnya semua berantakan ketika aku melakukan kesalahan. Ini salahku ALLAH, hingga aku disisihkan, sempat terlunta-lunta. Tidur di satu Mesjid ke Mesjid lain, hingga akhirnya orang-orang berhati mulia bersedia menampungku dirumah mereka. Lalu sebuah organisasi "Relawan" mengajakku bergabung. Sebagai ucapan terimakasihku, aku berikan waktu dan tenagaku disana. Tanpa gaji, semua aku lakukan. Tetapi akhirnya mereka memfitnahku sebagai wanita murahan. Nggak apa-apa ya ALLAH, aku udah biasa mengalami fitnah seperti itu. Yang penting ENGKAU YANG MAHA TAHU segalanya. Dan aku percaya pada nasihat orang-orang bijak :" Bahwa kebenaran akan terungkap pada suatu saat nanti." AKu menunggu saat itu ya ALLAH. Karena sebagai seorang yang sebatangkara saat ini dikota ini, tentulah pembelaanku tiada arti.



Dan hampir 1 bulan aku kehilangan " Kakak " alias anakku, maafkan aku ya ALLAH karena aku tidak bisa menjaga hadiahMU itu dengan baik. Aku lelah dengan janji-janji dan janji yang berkata ingin membantuku. Sedang saat itu anakku butuh pengobatan untuk jantungnya. Dan semuanya ENGKAU yang MAHA TAHU...Sampai akhirnya dia ALLAH bawa pulang ke SurgaMU. Titip dia ya ALLAH, ijinkan suatu saat hamba boleh berjumpa dengannya di SurgaMU.



Tetapi itu sudah berlalu. Biarlah orang mau berkata apa tentang aku. Yang penting, keluargaku jangan mereka ganggu. Ya keluargaku, meskipun kepercayaan kami kini berbeda aku tetap sayang pada mereka dan aku tak ingin mereka diganggu. Jadi biarlah seperti ini adanya, hingga suatu saat nanti ALLAH sendiri yang akan bercerita pada mereka tentang siapa aku dan keluargaku. Yang akhirnya aku tau, semua orang yang mengaku sahabatku dan kenal aku kini teruji apa sebenarnya motivasi mereka berteman denganku. Mereka tidak bisa menerimaku dalam keadaan bersalah, sedangkan mereka tau aku adalah manusia biasa juga seperti mereka. Nggak apa-apa TUHAN, karena saat ini ENGKAU telah memberiku keluarga yang baru, sahabat-sahabat yang tulus dan kekasih yang baik hati, yang menerima aku apa adanya. Dan semua kesedihan itu sudah berlalu. Karena bagiku segala RAHMAT-MU dan KebaikkanMU jauh lebih besar dari segala kesedihan yang aku alami. Terimakasih ya ALLAH untuk setiap caci maki yang aku terima, dari orang yang merasa dirinya pantas menghina dan memaki, nggak apa-apa asalkan jangan keluargaku yang mereka ganggu.



Dan hari ini adalah hari pertama aku turun ke dapur lagi. Terimakasih untuk kalian yang masih memberikan kepercayaan padaku untuk berkarya. Terimakasih untuk seseorang yang selalu sabar menghadapi aku yang keras kepala ini. Terimakasih untuk ALLAH yang telah memberikan keluarga yang baru untukku. Mereka keluarga yang sederhana, tetapi dirumah itu aku menemukan kasih sayang, ketulusan dan kebersamaan yang manis. AKu jadi kakak sulung untuk Putra, Ulfa, Sam, Iwan dan Fitra, anak-anak yang ada dirumah itu. Bahagia rasanya setiap pagi mereka menyapaku :" Eh, kak Chaca sudah bangun.." dan aku merasa punya arti ketika mereka berkata :" kakak, ajarin aku bikin PR ya.."

Subhanallah... dengan apa akan aku balas semua kebaikkanMU ini ya RAHMAN, Ya Rahim.. aku merindukan keluarga yang benar-benar menyayangiku dan kini ENGKAU memberikan itu untukku.



Bahagianya aku ketika masak tadi si kecil Fitra menemaniku sambil bercerita, Kak Sumi juga dengan penuh ketulusan membantuku menyiapkan semuanya. Terimakasih ya ALLAH, nggak akan bisa aku berhenti mengucapkan syukurku padaMU, ya RAHMAN. AKhirnya pesenan Catering selesai lebih awal. Memasak dengan penuh cinta memang indah banget, semua terasa mudah.



Selesai membuat makanan Catering, aku coba-coba membuat kue. Kue yang dulu sering aku masak untuk orang yang paling aku cintai saat itu, Alhamdulilah ternyata masih selezat dulu rasanya. Muffin Choco Chips namanya. Karena rasanya lezat, aku jadi pede untuk bikin banyak dan aku coba tawarkan kewarung-warung ( itu rencananya ), tetapi alhamdulilah seorang sahabatku yang bekerja di sebuah media di Batam ini, kebetulan sedang berniat membeli kue untuk acara ultah anaknya. Mulanya dia menelponku ingin sewa kendaraan yang akhirnya lanjut bercerita kalo putrinya akan merayakan ultah sore nanti. Hmmm.. kebetulan aku membuat muffin, aku coba-coba tawarkan dan tanpa babibubebo, dia langsung setuju. Lumayan, mobil disewa, muffinku habis semua.^^



TUHAN, hari ini genap 6 bulan aku dikota yang awalnya masih sangat asing untukku. Dan ketika aku ingin meninggalkan kota ini sahabatku yang bernama Cak Nur memberikan nasihat :" Chaca, kamu bertahan saja dikota ini, karena ALLAH akan lakukan hal yang besar untuk kamu disini..bla..bla..blaa..." dia berkata panjang lebar. Dan karena dia adalah sahabatku, aku percaya padanya dan aku mendengarkan nasihatnya. Echa Ogie, seorang wanita biasa yang memiliki ALLAH yang MAHA LUAR BIASA, kini mulai bangkit. Bukan karena aku hebat, tetapi semua karena Perbuatan Tangan dan Pertolongan ALLAH bagiku.



6 bulan aku dikota ini TUHAN, hari ini lembaran masa laluku sudah aku tutup. Aku memaafkan semua perbuatan mereka, dan aku berharap semoga mereka pun mau memaafkan kesalahanku. Aku mau melangkah bersamaMU, Al Wahhab dan Al Razzaq... aku pasti bisa bersamaMU. Karena itu yang terpenting untukku. Sahabatku, kekasihku atau mungkin keluargaku bisa meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan mampu asalkan TUHAN selalu bersamaku.



Terimakasih untuk hari ini ya ALLAH, untuk setiap mereka yang sudah peduli padaku selama aku jatuh, untuk usaha yang baru, untuk mereka yang memperlakukan aku tidak adilpun aku ucapkan terimakasih.



Selamat tinggal masa lalu, aku pasti bisa melupakanmu. Dan selamat datang masa depanku yang indah, karena aku tau TUHAN selalu besertaku.



Jia youuu, Chaca !!! BersamaNYA kamu pasti bisa, Cha !

Terimakasih ya TUHAN untuk segalanya... ALhamdulilah... Amin.





Batam, January 27th 2011,

" Kisahku "

- Echa Ogie -

NYANYIAN RINDU UNTUKNYA





nyanyian ini untukmu kawan





untuk setiap air dalam gelas yang tak sempat kita teguk bersama lagi

untuk kebahagiaan yang belum lama kita rasakan



dari luka yang panjang, sebelum engkau mengenalku





nyanyian ini untukmu kawan





untuk setiap langkah yang kau jejakkan dan tinggalkan

pada setiap tapak takdir yang menggurat di telapak kaki



pada kebersamaan kita di detik terakhiir sebelum kita berpisah

dan untuk stiap kebisingan itu.. yang lalu disertai airmata



persahabatan adalah nyanyian dan untaian nada

ia mengalun dalam setiap desah nafasku

dan mengalir dalam deru darahku..



Dan lalu kau tinggalkan kesedihan dalam hatiku...juga hatimu

ketika pihak ketiga kau ijinkan mengaduk-aduk cinta dalam persahabatan kita

lalu hilang bersama debu dna tawa mereka membekas dalam kemalangan mereka yang panjang



Nyanyian ini untukmu kawan



untuk setiap tetes airmata yang mengalir dalam kebahagiaan kita pada malam penuh cinta

untuk setiap tawa sepanjang jalan sekupang - batam center pada letih dini hari

tak akan kulupa kecupan lugumu dibibir mungil ini

aaaahhh... mata nakalmu dan tawa lepasmu saat menggelitik pinggangku dari belakang

dan kita tertawa dalam nyanyian cinta yang perlahan hadir dihati ini



aku mohon padaNYA agar engkau menjadi jodohku dan aku menjadi jodohmu

lalu kamu tertawa dan mencium daun telingaku :" Sayan kamu, Pucha!"

bisikkanmu itu selalu terkenang...



Nyanyian ini akan tetap untukmu..

Sahabatku sekaligus mantan kekasihku...





Semoga ALLAH mempertemukan dan mempersatukan kita kembali..





Batam, January 22nd 2011

" Rinduku padamu"



- Echa Ogie-

Sketsa Kemiskinan




Sulit aku menelan makan siangku, yang tertata rapi dan bersih .. sedangkan kamu belum makan dik .

Hhhhhh.. egoisnya aku jika aku mencaci makanan yang sudah disediakan untuk ku santap, sedangkan kalian mengais-ngais sisa-sisa makanan orang-orang yang tak mampu bersyukur..



Ya TUHAN.. ampuni aku.. selama ini aku hanya mengeluh dan mengeluh karena makananku tak enak

tak lezat dan macam0 macam keluhan dan sungutku. Sedangkan sikecil disudut trotoar kota itu begitu lahapnya menyantap sisa nasi yang ia dapatkan ditempat sampah yang ia korek dan korek..



Perlahan airmataku menitik.. betapa egoisnya aku ya TUHAN

betapa sombongnya aku dengan tidak bersyukur dengan apa yang kumiliki, mengeluh dan mengeluh

sementara sikecil itu... lapar selalu menyerangnya..



Aku mengeluh dengan pakaian yang tak bermerk.. sedangkan adik kecil dibawah jempatan layang kota kelahiranku

hanya berselimutkan baju compang camping yang lusuh.. TUHAN.., ampuni aku..maafkan aku..



Dan airmataku kian menitik.. saat si bocah itu tersenyum dan menatapku ..

" kakak... mengapa berdiri disitu kan hujan mulai turun dan kakak menjadi basah .."



TUHAN.. dalam kemiskinannya ia tetap peduli sesamanya... sedangkan aku?

Egois.. sombong.. hanya menghabiskan uang tanpa peduli banyak yang tak mampu memilikinya



Hhhhh .... ijinkan sisa hidup ini berarti ya MAHA RAHIM

ijinkan diri ini mampu memberi dan memberi kepada sesama ya MAHA BAIK

.. aku harus berhenti egois..

aku harus berhenti mengeluh... karena hidupku jauh lebih indah dari mereka..







Batam, Feb 19th 2011

* Dibawah jembatan Slipi Jakarta *



-Echa Ogie -

Cintanya Gravelisha Diandra



Manhattan…

Disore hari pada minggu kedua dibulan ketujuh

Dibawah remang suara camar dan deru kehidupan New York City

Seorang gadis terpagut sepanjang jembatan “Verrazano”

Dan sesaat ia memandang kecantikan kota Manhattan

Dan menikmati patung Liberty, Coney Island dari kejauhan



Sesaat ia lupa dengan risau dan galau dihatinya

Akan cinta yang hilang yang ia nantikan

Akan kekecewaan dan rasa perih karena cinta dihatinya t'lah ternoda oleh

kejamnya pisau bernama pengkhianatan dan penghinaan..



“ Aku tetap sayang kamu Mr. Hui … akan selalu ..”

Terucap pelan dan nyaris tak bersuara dari bibir mungilnya



Dari Manhattan ke Brooklyn lalu ke Manhattan lagi

ia tempuh tanpa ragu dan tak ada sedikitpun kesah terdengar

“ I will always love you, Hui !”

Ucapnya kembali nyaris tak terdengar.. hanya seperti desah nafas saja



Semua pedih ia lupakan

Semua kecewa terasa pupus

Dan semua kesalahan ia maafkan

Karena ia tau Pangeran hatinya kini dalam kemuraman waktu



“ Lalu.. pada siapa aku harus marah dan mendendam ? “

Ia menatap langit.. Ia pandangi awan yang menari

“ KepadaMU kah Wahai JUNJUNGAN ?” ujarnya lirih

TIDAK !!! ini bukan waktu menyalahkan dan membenarkan

Karena ini lah hidup.. bisa menangis hari ini dan esok tertawa

Atau sebaliknya… terbahak hari ini dan esok terisak-isak..



Langit Manhattan menjadi saksi, Manhattan Bridge pun mengerti

Sangat memahami hatinya yang mendayu karena rindu

Angin Manhattan menjadi sahabatnya dalam sunyi

Setiap detik. Menit. Jam. Dan hari

........................................ Gravelisha Diandra terpaku lagi

Dan perlahan langit jingga mulai menyelimuti bumi antara Brooklyn dan Manhattan..





“ Aku tetap cinta dia, TUHAN …” bisiknya perlahan..

dan kembali menapaki jembatan itu ketika lampu satu persatu mulai menyala...









Februari, 21st 2011



* Ketika cinta menyapa Gravelisha Diandra *

( My Next Novel's)



- Echa Ogie -

I MISS YOU




Mendadak aku rindu kamu, sesaat tadi aku sempat membuka album kenangan kita

waktu kita masih bersama, menghabiskan malam-malam yang selalu ceria

dan menikmati pagi yang penuh nuansa



Aku ingat deru tawamu setiap kali mendengar aku berkelakar

dan terbahak-bahak aku saat kamu menjerengkan kedua mata indahmu

... " Puchaaa sayaaaangggg .." ujarmu sembari mengangkatku tinggi-tinggi dengan kedua tangan kokohmu



aaahhh aku rindu saat saat itu

saat senyum nakalmu menantiku memasak sarapan pagi sebelum aku mengantarmu kekantor..

padahal kita punya pegawai yang bisa menyetir

dan kamu juga bisa nyetir sendiri,,, namun karena aku cinta kamu dan kamu cinta aku

saat ini aku selalu bahagia bisa menjadi supirmu..



Dan sepanjang jalan kita bercerita atau menyanyi berdua

indahnya saat itu..

dan sesekali kau membelai rambutku dan tak jarang kau mencuri curi

menciumku... lalu pipiku merona merah jambu..



Malam ini aku rindu padamu

saat aku membuka album kenangan kita

.. dan akhirnya aku tutup kembali sembari berkata dalam hati ini

" Semoga kamu bahagia dengan wanita pilihan orangtuamu.."



I miss you.. Really missing you ..







Batam, Feb 23th 2011

" I'm Gonna miss you, beib "

- Echa Ogie -

Cinta Tapi malu




Jangan lewat didepanku lagi Pangeran

aku malu menatapmu dengan baju compang campingku

simpan saja senyum manismu

berikan itu pada putri putri bangsawan

sebab aku tidak layak menerimanya



aku malu jika harus jujur padamu

diam diam

dan tanpa aku minta

rasa itu datang dihatiku

untuk kamu



Aku malu, Pangeran !

............. karena aku cinta kamu ..







Batam, Feb 23th 2011

" Hello my Purinsu "



- Echa Ogie -

Dari Jauh Saja





Pangeran..

Kamu sedang apa?

Apakah engkau tau ada yang merinduimu

Dalam hangatnya mentari siang

Dinaungan romantisnya bulan malam

Apakah engkau merasa ada yang mengawasimu ?

Dalam dentang dan denting alunan doa

Dalam pekat malam diindahnya detik dan menit Tahajud

Ada yang selalu menjagaimu

Dengan rantaian tulus doa dan kerinduan melihatmu selalu tersenyum

Dalam tidur aku selalu memandangmu

Dengan mata terpejam namun nurani selalu menatapmu

… kamu sangat indah… sangat indah..

Namun tembok itu terlalu tinggi

Aku tak sanggup memanjatnya, aku tak mampu menapaki kilaunya

dengan kaki “orang kecil” seperti aku..

Pangeran…

Senyummu membuatku tenang.. walau kau hanya bias kucintai dalam lamunan

Dan kucumbui dalam bait-bait nyanyian dan doa

Tetapi aku bahagia, saat aku tau engkaupun disana bahagia…

Karena aku sayang kamu diam-diam..

Terus berkarya Pangeranku

Terus kibarkan harum panji negeri dimana-mana

Teruslah goreskan warna-warna harum bangsa diseluruh semesta

Walau hanya dari jauh.. aku bahagia melihatmu tersenyum ..

Batam, Feb 28th 2011

“ Pangeranku, kamu kusayang..diam-diam (perjalanan cintanya Gravelisha Diandra “

- Echa Ogie -

Blog Baruku ^^



Hai.. seneng banget karena hari ini 22 Maret 2011 aku bikin blog baru. Beberapa blog aku yang lain, entah karena udah lama gk aku buka atau karena memang ada beberapa temen aku yang tau paswordnya, sekarang aku sulit membukanya. ( hihihi kecerobohanku.. ).

Disini aku akan bercerita dan berbagi pengalaman dengan teman-teman semua. Sekalian menyalurkan hobby menulisku, aku juga ingin berlatih dan berlatih.

Kita mulai ya... ^^