
Sulit aku menelan makan siangku, yang tertata rapi dan bersih .. sedangkan kamu belum makan dik .
Hhhhhh.. egoisnya aku jika aku mencaci makanan yang sudah disediakan untuk ku santap, sedangkan kalian mengais-ngais sisa-sisa makanan orang-orang yang tak mampu bersyukur..
Ya TUHAN.. ampuni aku.. selama ini aku hanya mengeluh dan mengeluh karena makananku tak enak
tak lezat dan macam0 macam keluhan dan sungutku. Sedangkan sikecil disudut trotoar kota itu begitu lahapnya menyantap sisa nasi yang ia dapatkan ditempat sampah yang ia korek dan korek..
Perlahan airmataku menitik.. betapa egoisnya aku ya TUHAN
betapa sombongnya aku dengan tidak bersyukur dengan apa yang kumiliki, mengeluh dan mengeluh
sementara sikecil itu... lapar selalu menyerangnya..
Aku mengeluh dengan pakaian yang tak bermerk.. sedangkan adik kecil dibawah jempatan layang kota kelahiranku
hanya berselimutkan baju compang camping yang lusuh.. TUHAN.., ampuni aku..maafkan aku..
Dan airmataku kian menitik.. saat si bocah itu tersenyum dan menatapku ..
" kakak... mengapa berdiri disitu kan hujan mulai turun dan kakak menjadi basah .."
TUHAN.. dalam kemiskinannya ia tetap peduli sesamanya... sedangkan aku?
Egois.. sombong.. hanya menghabiskan uang tanpa peduli banyak yang tak mampu memilikinya
Hhhhh .... ijinkan sisa hidup ini berarti ya MAHA RAHIM
ijinkan diri ini mampu memberi dan memberi kepada sesama ya MAHA BAIK
.. aku harus berhenti egois..
aku harus berhenti mengeluh... karena hidupku jauh lebih indah dari mereka..
Batam, Feb 19th 2011
* Dibawah jembatan Slipi Jakarta *
-Echa Ogie -
Senin, 21 Maret 2011
Sketsa Kemiskinan
Diposting oleh Chaca di 21.37
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar