
Manhattan…
Disore hari pada minggu kedua dibulan ketujuh
Dibawah remang suara camar dan deru kehidupan New York City
Seorang gadis terpagut sepanjang jembatan “Verrazano”
Dan sesaat ia memandang kecantikan kota Manhattan
Dan menikmati patung Liberty, Coney Island dari kejauhan
Sesaat ia lupa dengan risau dan galau dihatinya
Akan cinta yang hilang yang ia nantikan
Akan kekecewaan dan rasa perih karena cinta dihatinya t'lah ternoda oleh
kejamnya pisau bernama pengkhianatan dan penghinaan..
“ Aku tetap sayang kamu Mr. Hui … akan selalu ..”
Terucap pelan dan nyaris tak bersuara dari bibir mungilnya
Dari Manhattan ke Brooklyn lalu ke Manhattan lagi
ia tempuh tanpa ragu dan tak ada sedikitpun kesah terdengar
“ I will always love you, Hui !”
Ucapnya kembali nyaris tak terdengar.. hanya seperti desah nafas saja
Semua pedih ia lupakan
Semua kecewa terasa pupus
Dan semua kesalahan ia maafkan
Karena ia tau Pangeran hatinya kini dalam kemuraman waktu
“ Lalu.. pada siapa aku harus marah dan mendendam ? “
Ia menatap langit.. Ia pandangi awan yang menari
“ KepadaMU kah Wahai JUNJUNGAN ?” ujarnya lirih
TIDAK !!! ini bukan waktu menyalahkan dan membenarkan
Karena ini lah hidup.. bisa menangis hari ini dan esok tertawa
Atau sebaliknya… terbahak hari ini dan esok terisak-isak..
Langit Manhattan menjadi saksi, Manhattan Bridge pun mengerti
Sangat memahami hatinya yang mendayu karena rindu
Angin Manhattan menjadi sahabatnya dalam sunyi
Setiap detik. Menit. Jam. Dan hari
........................................ Gravelisha Diandra terpaku lagi
Dan perlahan langit jingga mulai menyelimuti bumi antara Brooklyn dan Manhattan..
“ Aku tetap cinta dia, TUHAN …” bisiknya perlahan..
dan kembali menapaki jembatan itu ketika lampu satu persatu mulai menyala...
Februari, 21st 2011
* Ketika cinta menyapa Gravelisha Diandra *
( My Next Novel's)
- Echa Ogie -
Senin, 21 Maret 2011
Cintanya Gravelisha Diandra
Diposting oleh Chaca di 21.28
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar