
Lagi-lagi kau menanyakan itu.. pertanyaan yang sangta tak penting menurutku, pertanyaan yang selalu membuatku terbata-bata
Cinta seperti warna, lebih mudah dinikmati, dirasakan, dan dimaknai sendiri, dibanding ketika mencoba menjelaskannya melalui media kata-kata.
Mintalah seseorang menjabarkan bagaimana biru, maka dia kemungkinan akan diam, bingung merangkai kata untuk mendeskripsikannya.
Tapi mintalah ia menunjukkan biru, maka ia akan menunjukkan mulai dari hamparan langit, sampai bentangan samudra, hingga kau tahu apa itu biru.
Begitu juga jika kau bertanya tentang apakah hitam itu, mungkin ia hanya bisa mengatup-ngatupkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
Namun ketika kau minta ia menunjukkan ia kan mudah menunjuk rambutmu atau rambutnya.
Rambut yang berwarna hitam, atau ia akan mulai bercerita tentang malam
Begitupun cinta.
Jika kau pinta aku menjabarkan cinta, maka aku akan diam.
Namun cobalah minta aku menunjukkannya, maka aku akan berdiri di sampingmu, di tengah senyumanmu, atau diantara luapan kemarahanmu.
Dari kulitmu segar dan kenyal, hingga ia melar kalah oleh gravitasi. Dari mulai rambutmu hitam lebat, hingga kepalamu hanya menyisakan sedikit saja rambut yang memutih.
Dan aku akan tetap disampingmu saat kau tak lagi berjalan kokoh dengan kedua kakimu, juga saat aku masih setiap mendampingimu sekalipun kulitmu semakin keriput dan suaramu tak seindah saat ini.. saat gigimu gugur satu persatu..
Dan kau pun akan tahu!...
bukankah aku sudah pernah mengatakannya?
* Dearest Honey... How much I love you *
- echa Ogie -
Sabtu, 26 Maret 2011
Ketika Kamu bertanya tentang cinta padaku
Diposting oleh Chaca di 22.29
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar