BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 24 Maret 2011

I Wished ...






Angin mengajakku bersenda gurau siang ini.. Padahal aku sedang tak ingin
Dan rumput pun menarikan lagu alam penuh damai
Hariku. Selalu berteman angina, rumput, air, udara dan apa saja yang ada disekitarku
Sejak aku kehilangan mereka dan idealisme yang ada, tetapi ini bukan keluhan
Hanya saja aku merasa seketika ada yang menusuk relung hatiku saat aku mengingatnya
Mengingat semuanya dan perlahan kusadari air yang sedikit hangat mengalir dari ujung mataku .. airmata… tetapi bukan kesedihan atau duka…
Itu hanya isyarat kerinduan yang mendalam dari hati suci ini

Rindu pada rumah dan halamanya, pada pohon mangga yang ada didepan rumah
Yang bertahun tahun buahnya hanya bergerombol pada ranting yang menjulur keluar pagar rumah… sedangkan pohon mangga itu tidak sampai 2 meter tingginya…
Dan buah mangga itu menjadi milik siapa saja yang lewat dan depan rumahku
Mereka bebas mengambilnya karena tak mungkin 24 jam kami menjaganya…

Rindu pada rumput gajah yang ditanam dihalaman rumah, dimana dahulu aku sering bermain dengan adikku yang kini telah tiada… ooohh angin.. tetaplah disini… temani aku ….

Kapankah semua berakhir ya Tuhan..?
Aku merindukan keluargaku, aku merindukan pulang kerumah selepas lelah bekerja
Dan dirumah ada sikecil yang menantiku, dan menyiapkan sarapan pagi sebelum meninggalkan rumah untuk mencumbui kegiatanku
Dan seorang pria bertubuh tinggi dan berkulit putih, dengan senyumnya akan selalu membuat lelah dan penatku hilang saat bersamanya..

Pria yang akan menguasai hati dan cintaku sepanjang masa
Dan menjadi pangeran diistana ketulusan dan kesetiaanku…

Dan… aku tutup buku harianku berwarna ungu .. serta berkata dengan segenap rasa dalam dadaku… “ Kutitipkan Pangeran hatiku padaMU, dan aku akan setia menanti waktu ENGKAU mempertemukan aku dan dia .. dan tak akan memisahkan kami lagi..selamanya …”

Heiii… airmataku kembali menetes .. entahlah… rinduku begitu besar..

Pangeran.. kamu dimana ? … dan mentaripun redup..


Batam, March 24th 2011

- Echa Ogie -




0 komentar: