
Dearest Papi...
Masih teringat masa-masa ketika kita bersama
Masih terasa betapa penuh kasihnya engkau mengajariku bermain piano
Piano Kayu bermerk Meyer disudut rumah kita
dan Kak Aga guru piano untukku dan siadik bungsu
dan akhirnya hanya si adik bungsu yang menjadi murid orang Jepang itu
Aku lebih suka papi mengajariku... walau sedikit galak
tetapi membuatku cepat pandai menarikan jemari kecilku diatas piano
Saat hujan turun dan suhu tubuhku naik karena demam
Papi akan memainkan piano untukku... dan sikecil Echa Ogie ini akan terpulas
disofa merah bata diruang tengah... " Ballade pour Adeline " lagu kesukaanku
tak bosan engkau mainkan untuk putri nakalmu ini..
Atau.. engkau akan mainkan " Edelweys ", " Ave maria " atau " Unchained Melody"
Semua untuk putrimu ini, Pap..
Masih ingat kok, Pap... aku menangis saking inginnya memainkan " Hey Jude " untukmu dihari ulangtahunmu ke 54..
Papi... aku sayang padamu..
Bukannya hanya papi untukku, tetapi guru, sahabat dan idolaku..
Aku bangga dan selalu bangga memilikimu, Pap..
Bulan Januari beberapa tahun silam
itu pertamakalinya aku melihatmu menangis
engkau menangis karenaku, ketika kecelakaan menimpaku
Papi...., ruang kantormu kau tinggalkan.. masih menggunakan Stelan Safari yang membuatmu makin gagah
Papi menangis disisi tempat tidurku diruang operasi.. Maafkan aku..
Semua masa kecilku dan masa bersamamu..
menjadi masa kebanggaan dan kebahagiaan untukku...
Dan hari ini.... aku mengenangmu...
" Dari Putri Kecilmu, Dad "
- Echa Ogie -
Selasa, 22 Maret 2011
Untuk Papi
Diposting oleh Chaca di 23.29
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar