
Ini tentang hati, ketika aku merasa sendiri dalam keramaian. Ketika aku merasa tak memiliki apapun padahal aku memiliki lebih banyak dari yang orang-orang miliki....
dan ketika aku menyadari bahwa mereka telah pergi meninggalkanku..
TUHAN... salahkah kesedihan ini?
Terkadang aku ingin marah tetapi tak tau pada siapa
Ingin menangis tetapi takut karena tak akan ada yang menghiburku
AKu rindu saat dulu.. dimana semua masih bersama
TUHAN... namun aku percaya selalu indah RencanaMU untukku
Hari ini mendekati hari ulangtahunku
tak ada lagi Ayah yang memainkan piano untukku
tak ada lagi ibu yang memasakan paha ayam terbesar untukku
tak ada lagi Hui atau Otoyy ku sayang yang akan memberikan kecupan sayang untukku
Tak ada lagi adik dan kakak yang membawakan kado untukku
( yaaa ALLAH.. airmataku menetes kini )
Cuma ENGKAU yang aku punya kini, TUHAN
Kumohon jangan meninggalkanku juga.. jangan ya Rabbi yang maha Rahman dan Rahim
Hari ini.. airmataku kembali jatuh
bukan karena ketidakberdayaanku.. bukan pula karena tiba-tiba aku teringat akan putraku yang juga telah pergi
tetapi menangis karena melihat betapa piciknya sifat manusia yang mengaku mencintaiMU ya RAHMAN... aku sedih.. sangat sedih..
Tetapi apa yang bisa aku lakukan? Hanya memohon HidayahMU atasnya ya ALLAH..
Dan aku selalu percaya aku akan tetap aman karena ENGKAU menjagaku
dan kukuat karena aku tau ENGKAU menopangku dan hidupku ditentukan oleh kuasaMU
Teringat akan semua yang indah,aku menjadi kuat
Dan tak ada alasan aku marah akan semua ini
......." Terimakasih ya ALLAH... aku dapat merasakan betapa ENGKAU mencintaiku.. hanya saja aku mohon..kuatkanlah aku selalu.."
Dan kembali aku menghapus airmataku..
" Semua akan baik-baik saja, Chaca ..." tiba-tiba aku mendengar hatiku bersuara
Yaa.. aku ingin memiliki hati yang penuh dengan KEBEBASAN
Bebas dari sungut-sungut
Bebas dari marah dan dendam
Bebas dari iri dan cemburu pada orang lain
dan Bebas MENGASIHI PENCIPTAKU dan SESAMAKU
KEBEBASAN itu yang kurindukan ya ALLAH... hanya itu
** Untuk Calvine di Surga ...
Nak... sedang apa disana? Nggak boleh nakal ya, nggak boleh bikin bidadari repot dan kepayahan menjagamu bermain... tunggu mami disana ya, Nak! Dan kita tak akan terpisahkan lagi selamanya.
( Sambil menghapus airmata ... ALLAH, terimakasih untuk semuanya. AMin )
* Catatan dari Buku Harian Mantan Istri seorang Pejabat - Dia Mentor terbaikku *
Kamis, 26 Mei 2011
Kebebasan yang kumau
Diposting oleh Chaca di 22.48
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar